Pempek Faisal, Pempek Lezat yang Mengenyangkan

NAH, kalau yang ini bukan kuliner khas Bandung. Namun di kota ini sangat banyak penggemarnya. Nama kuliner tersebut pempek. Berasal dari Palembang Sumatra Selatan. Rasanya? Hmmmm, rugi kalau belum pernah mencicipnya.

Di Kota Badung ada satu tempat yang menjanjikan kesegaran kuah dan gurihnya pempek. Kedai pempek ini sudah terkenal. Namanya pempek Faisal. Berada di Jalan Oto Iskandardinata. Dekat dengan perempatan Jalan Kalipah Apo dan Jalan Oto Iskandardinata.

Pempek Faisal di Jalan Oto Iskandardinata, Bandung. |Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Pempek Faisal di Jalan Oto Iskandardinata, Bandung. |Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Kedainya tidak terlalu besar namun sangat mudah terlihat dari jalan. Kalau tidak diubah oleh pemiliknya plangnya berwarna kuning. Tulisan Pempeknya berwarna merah mendominasi ruang plang tersebut.

Kedai tersebut tidak terlalu luas, hanya memanjang. Pengunjung yang ingin menyantap pempek disediakan meja panjang lengkap dengan kursinya. Bagi yang ingin membawanya ke rumah, tinggal pesan saja karena petugas di sana akan melayaninya dan membungkuskannya.

Pempek Faisal, menurut Opit, pemilik kedai, sudah ada sejak 1978. “Lumayan sudah lama juga. Ya sekitar tahun 70-an,” kata Opit sambil melayani pembeli di kedainya, seperti dikutip serbabandung.com, Kamis (7/5/2015).

Mengenai nama Faisal yang terpampang di plang depan kedai, menurut Opit, nama itu adalah nama pamannya. Opit mengaku dia bersama yang lain meneruskan bisnis tersebut. “Iya saya penerusnya,” kata Opit.

Pempek Faisal buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00. Namun kadang tutup lebih awal tergantung habis tidaknya stok pempek yang dibawa. Pempek yang dijual di kedai ini di antaranya, pempek kapal selam, kelesan, lenggang, model, dan sate/adaan. Harga pempek tersebut berada di kisaran Rp 5.000-15.000.

Sekadar informasi, pempek terbuat dari ikan dan sagu. Penyajiannya harus ada kuah berwarna hitam kecoklat-coklatan. Kuah tersebut sering disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang) yang terbuat dari air mendidih yang ditambahkan gula merah, udang ebi dan cabai rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.