Toko Kopi Jaman Dulu di Bandung

BAGI penikmat kopi takkan menyeduh kopi sembarangan. Mereka akan memilih kopi yang benar-benar bisa dinikmati. Untuk mendapatkan kenikmatan tersebut tidak bisa diperoleh begitu saja. Harus ada usaha yang lebih untuk mendapatkannya. Biasanya kopi-kopi yang menjanjikan kenikmatan usianya sudah lama berdiri.

Di Bandung ada bebepa toko yang menjanjikan itu. Rata-rata toko tersebut sudah lama berdiri. Bahkan ada yang telah berjualan pada 1928. Meski sudah berumur, soal rasa mereka tetap pertahankan untuk menjaga konsumen yang sudah telanjur mencintainya.

Kopi nikmat tersebut seperti Kopi Aroma, Kopi Javaco, Kopi Malabar, dan Kopi Kapal Silam. Masing-masing kopi memiliki ciri khas. Pengelolaanya pun masih menggunakan cara lama. Begitu juga dengan mesin penggilingnya.

Kopi Javaco. Toko ini berada di Jalan Kebonjati. Di sini tersedia 3 jenis kopi, yaitu kopi yang diberi label tiptop, kopi arabika, dan melange/robust. Toko ini telah berdiri sejak 1928.

Toko Kopi Javco menempati bangunan berasitektur lama. Gedungnya bercat putih kombinasi hijau di jendelanya. Tak ada penunjuk kalau bangunan itu sebuah toko. Toko ini bersebelahan dengan Hotel Gino Ferucci (dulu Hotel Surabaya).

Mesin penggilingan kopi. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Mesin penggilingan kopi. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Kopi Aroma. Kalau toko dan pabrik kopi yang ini di Jalan Banceuy Nomor 51, di pertigaan Jalan Pecinan Lama-Banceuy. Penikmat kopi bisa mendapatkan dua jenis kopi di sini, yakni kopi robusta dan arabika.

Toko Aroma dibangun oleh Tan Houw Sian sejak 1930. Hingga sekarang pembakarannya menggunakan kayu karet. Penggunaan kayu ini memberikan efek pada keharuman kopi.

Toko Kopi Malabar. Toko Kopi ini lokasinya di Jalan Gardujati. Berada di seberang SMAN 4 Bandung. Toko ini tidak pernah buka layaknya toko-toko lain di kawasan tersebut. Pemandangan toko hanya bisa terlihat dari luar lewat jendela kaca berukuran besar.

Pembeli harus mengetuk pintu jika akan membeli kopi di sini. Penggilingan biji kopi dilakukan secara mendadak sesuai pesanan. Kopi yang dijual di sini merupakan hasil para petani di kaki Gunung Malabar, Pangalengan.

Kopi jaman dulu (jadul) di Jalan Pasar Barat, belakang Pasar Baru memiliki nama unik, yakni Kopi Kapal Silam. Sudah ada di sana sejak 1930-an. Toko ini menjual kopi robusta, arabika, dan kopi jagung. Kopi jagung nyaris terlihat sama dengan bijih kopi asli, warnanya hitam. *

Toko Kopi di Bandung

  • Kopi Javaco
    Jalan Kebonjati
  • Kopi Aroma
    Jalan Banceuy
  • Kopi Malabar
    Jalan Gardujati
  • Kopi Kapal Silam
    Jalan Pasar Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.