Di Braga Permai Menikmati Menu Jaman Dulu

INI adalah resto dan kafe yang bisa bertahan lama. Bisa juga disebut simbol Jalan Braga, jalan yang melegenda. Namanya Braga Permai. Selain arsitekturnya masih terlihat bergaya lama, menu-menunya juga tetap mempertahankan makanan lama, menu kesukaan orang-orang dulu yang kerap makan di resto atau kafe ini.

Pengelola Braga Permain tetap mempertahankan ice cream dengan 6 variant. Pastries-nya dan kue-kue seperti Tompoesjes, Ananas Geap, Speculaas Almond, Ontbijkoek dan Booterstaf juga masih tersedia.

Braga Permai di Jalan Braga. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Braga Permai di Jalan Braga. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Menurut laman bragapermai.com, dulunya nama restoran tersebut bukan Braga Permai tetapi Maison Bogerijen. Bangunannya pun bukan di tempat sekarang. Restoran itu berada di sudut persimpangan Bragaweg (Jalan Braga) dan Oude Hospitalweg (Jalan Lembong). Restoran ini diresmikan pada 1918.

Restoran ini pemasok kuliner Kerajaan Belanda, termasuk Gubernur Hindia Belanda waktu itu (Jaarboek van Batavia en Omstreken 1927). Selain itu pemasok makanan warga di sekitar Jalan Baraga, seperti warga Gang Coorde, Gang Spaarbank, Gang Telepfoon, Gang Bruyn & Thyssen, Oude Hospitalweg dan Tamblongweg. Mereka sering membeli roti Bogerijen.

Maison Bogerijen pindah ke tengah-tengah Bragaweg pada 1923. Bangunannya mirip dengan bangunan sebelumnya. Di atas bangunan bertuliskan nama restoran, Maison Bogerijen. Di sisi kanan atas tertulis kata-kata dalam Bahasa Prancis, yakni Patissier dan Glacier. Di sisi kiri atas tertulis kata-kata Cuisinier, dan Confiseur.

Patissier artinya kue-kue, Glacier artinya es krim, Confiseur artinya peganan manis, dan Cuisinier artinya makanan utama.

Dalam laman bragapermai.com disebutkan saat itu restoran ini paling terkenal di seantero kota Bandung. Restoran ini pun disebutkan mendapat restu dari Ratu Belanda.

Dalam perjalanan sejarahnya gedung ini pernah terbakar pada 1960-an. Kemudian direnovasi tanpa menghilangkan ciri khas gedung tersebut. Gedung itu hingga kini masih seperti yang dulu ketika sebelum terjadi kebakaran, tanpa ada perubahan. *

Fakta Braga Permai

  • Berdiri pada 1923
  • Sebelum bernama Braga Permai bernama Maison Bogerijen
  • Restoran ini merupakan penyedia kuliner Kerajaan Belanda
  • Gedung awal pernah dirombak akibat kebakaran pada 1960-an
  • Menu di Braga Permai,ice cream dengan 6 variant, Pastries-nya dan kue-kue seperti Tompoesjes, Ananas Geap, Speculaas Almond, Ontbijkoek dan Booterstaf

Lotek Alkateri, Pahit Tapi Lezat

PERNAH mencoba lotek Bandung? Hmmm, rugi kalau belum. Di Bandung banyak tempat yang jual makanan yang berbahan dari sayuran ini. Satu di antaranya adalah di Jalan Alkateri. Orang-orang menyebutnya Lotek Alkateri.

Lotek ini memiliki ciri khas. Rasanya pahit. Setiap sajian di lotek ini ditambahkan daun pepaya dan daun pare (paria). Kedua daun ini sangat jarang disajikan dalam lotek pada umumnya.

Tetapi jika tak ingin lotek yang pahit pembeli tinggal bilang jangan yang pahit. Biasanya pembuat lotek akan bertanya “pait”? Pait adalah bahasa sunda dari kata Pahit, sebelum lotek itu dibuat. Pertanyaan lainnya adalah, “Mau pedas, sedang, atau tidak?” Pilih salah satu di antara tiga pilihan tersebut. Jika tidak, default Lotek Alkateri adalah pedas.

Lotek Alkateri di Jalan Alkateri Bandung. |Foto serbabandung.com #serbabandung
Lotek Alkateri di Jalan Alkateri Bandung. |Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain itu, tentu saja racikan bumbu kacangnya sangat kental. Racikannya tidak ditambahkan air saat diulek. Tak ayal, rasa bumbu kacangnya begitu kentara dan pas di lidah. Itu juga menjadi ciri khas lotek yang berdiri sejak 1980 ini.

Kemasan Lotek Alkateri unik. Bungkusnya terbuat dari kertas bungkus nasi yang dilapisi daun pisang. Bentuknya kerucut seperti corn es krim. Bentuk tersebut membuat Lotek Alkateri mudah dibawa.

Jika makan di sana pengunjung belum tentu mendapatkan kursi. Di sana memang hanya tersedia meja untuk mengulek lotek. Kursi pun hanya beberapa buah saja.

Lotek Alkateri bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Namun kemasannya tidak berbentuk kerucut. Bungkusnya seperti bungkus kebanyakan namun sayuran dan bumbunya terpisah. Lotek tersebut harganya Rp 8.500. Harga tersebut bisa saja berubah tergantung pengelolanya.

Pemilik lotek ini adalah Oom Komariah (44). Pertama kali lotek ini muncul dikelola oleh ibu mertuanya. Setelah ibu mertuanya itu meninggal sebelum tahun 2000, lotek ini diteruskan oleh Oom yang dibantu oleh anaknya yang bernama Dani (26).

Mengenai resep daun pepaya dan pare, Oom mengaku, awalnya hanya coba-coba. Namun karena banyak yang menyukainya akhirnya resep coba-cobanya itu menjadi andalan.

Untuk mencari lotek ini tidak terlalu sulit, peminat lotek tinggal menelesuri Jalan Alkateri kalau dari Jalan Asia Afrika. Di ujung jalan itu, sebelum perempatan Jalan Alkateri-Jalan ABC, lotek itu berada. Di sana juga terdapat warung kopi terkenal, yakni Warung Kopi Purnama. *

Lotek Alkateri

  • Pemilik Oom Komariah (44).
  • Rasanya pahit karena menggunakan daun pepaya dan daun pare (paria).
  • Bungkusnya berbentuka kerucut seperti corn es krim.
  • Harganya Rp 8.500 (harga ini bisa saja berubah)
  • Berdiri sejak 1980

Mie Naripan yang Tetap Masih Dicari

BAGI pemburu kuliner di Kota Bandug rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi mi ini. Namanya Mie Naripan. Kenapa namanya Mie Naripan, karena memang lokasinya berada di Jalan Naripan. Tak jauh dari pertigaan Jalan Sunda-Jalan Naripan.

Mi ini termasuk jadul karena telah berdiri pada 1965. Kedai mi ini menjadi tempat bernostalgia bagi yang masih muda pada 1970-an. Tetapi jangan salah banyak juga anak muda yang ingin merasakan mi yang sudah terkenal ke mana-mana ini.

Mie Naripan di Jalan Naripan Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Mie Naripan di Jalan Naripan Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Kedai ini terlihat tidak terlalu luas. Namun halamannya cukup untuk parkir belasan kendaraan roda empat. Bangunannya pun tetap mempertahankan arsitektur lama. Hanya warna cat bagaian depan kedai itu kadang berubah, seperti putih dan juga hijau.

Keputusan untuk tidak mengubah bangunan yang ada adalah keputusan pengelola Mie Naripan setelah mendapat masukan dari pelanggannya. “Supaya terasa bernostalgia,” kata Supervisor Mie Naripan, Lala seperti dikutip detik.com, Kamis (21/02/2008).

Kedai ini tadinya hanya berukuran 25 meter persegi. Perluasan harus dilakukan karena pengunjung semakin banyak. Pengelola memperluas kedai hingga berukuran 100 meter per segi. Kapasitas tempat duduknya bisa untuk 90 orang.

Menu yang paling banyak di pesan di sini adalah mi yamin dan mi kuah. Mi yamin di sini terbagi menjadi yamin asin dan yamin manis. Kemudian kombinasinya yamin plus baso, pangsit, babat atau yamin spesial yang mencampur semuanya.

Mi yang diproduksi sendiri menjadikan mi yang disajikan terasa spesial. Minya kenyal tapi mudah dikunyah. “Mie Naripan selalu menghidangkan mi yang fresh. Kami percaya kelezatan dan kesehatan dapat berkolaborasi,” kata Benny Christando, General Manager Mie Naripan, seperti ditulis di laman mienaripan.co

Mi Naripan membuka cabang di Kota Bandung, yakni di Riau Junction Jalan RE Martadinata, Kota Baru Parahyangan Bandung Barat. Mereka juga membuka cabang di Jakarta Utara, yakni di Kelapa Gading Square. *

Mie Naripan

Jalan Naripan 108
Tlp +62 22 4205516
Website http://mienaripan.co/

Fakta Mie Naripan

  • Mie Naripan dibuat dengan bahan berkualitas, dengan penanganan handal, dan perhatian kami terhadap kualitas.
  • Mie Naripan menjaga kualitasnya dengan 100% bahan alami. Menggunakan bahan alami yang segar dan berkualitas.
  • Minya adalah mi segar dan tanpa bahan pengawet.
  • Menambahkan bahan-bahan seperti telur untuk menjaga kandungan gizi mie kami.
  • Menjaga kebersihan dan kehigienisan
  • Mie Naripan memiliki kelezatan yang didapat dari resep turun temurun.
  • Disajikan hangat, fresh from the kitchen
  • Mie yang nikmati dimasak langsung dari dapur

Sumber: mienaripan.co

Lezatnya Tahu Cibuntu yang Tanpa Pengawet

TAHU ini sudah terkenal kelejatannya. Meski banyak bermunculan tahu-tahu lain di Kota Bandung, tahu ini tetap bisa bertahan. Bahkan ketika harga kedelai mulai melambung keberadaanya tidak tergoyahkan. Nama tahu ini adalah Tahu Cibuntu.

Tahu Cibuntu ini dibuat oleh kebanyakan warga Cibuntu di Jalan Babakan Ciparay, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung. Tak jauh dari pintul Tol Pasirkoja, dan Jalan Holis. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai perajin atau produsen tahu. Warga menyebut kawasan tersebut blok tahu.

Tahu Cibuntu Jalan Babakan Ciparay, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Tahu Cibuntu Jalan Babakan Ciparay, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Mereka sudah membuat tahu sejak 1970-an. Namun, di mobile.kontan.co.id disebutkan warga di sana telah mengenal pembuatan tahu pada 1937. Mereka mengenal teknik pembuatan tahu dari dari seorang imigran Tionghoa.

Pabrik tahu rumahan pertama di Kampung Cibuntu dibanguan oleh imigran Tionghoa itu. Dia memperkerjakan warga sekitar untuk menjalankan proses produksi tahunya. Babah Mpe, begitu orang Cibuntu memamnggil imigraran Tionghoa itu, tak bisa seterusnya tinggal di sana.

Ketika dia kembali ke negaranya, rumah produksi tahu garapannya tidak lantas gulung tikar. Karyawan dan warga tetap meneruskan industri tahu tersebut. Sekarang sekitar 50 rumah di kampung tersebut memproduksi tahu putih dan kuning.

Dalam laman sentraindustribandung.com disebutkan terdapat kurang lebih 408 produsen tahu di Cibuntu. Kapasitas produksi per tahunnya sebanyak 2.161 juta potong. Nilai investasinya mencapai Rp. 13,472 miliar. Bisa menyerap tenaga pekerja sebanyak 1.518 orang.

Tahu Cibuntu banyak dijual di pasar-pasar. Jadi untuk mendapatkan tidak harus pergi ke Cibuntu. Selain itu tahu Cibuntu juga dijual secara langsung ke rumah-rumah warga oleh pedagang sayur, atau ada juga yang menggunakan sepeda, atau sepeda motor.

Rahasia keunggulan tahu ini adalah tahunya tidak berbau. Rasa gurinya alami hingga sekarang. Pembuatan tahu Cibuntu menggunakan cara manual yang terus diawasi secara ketat. Air yang digunakan berasal dari air sumur/artesis yang berkualitas baik. Yang terpenting tahu ini menggunakan pengawet alami, yakni kunyit. *

Tahu Cibuntu

  • Berada di Jalan Babakan Ciparay, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung
  • Mereka sudah membuat tahu sejak 1970-an.
  • Di mobile.kontan.co.id disebutkan warga di sana telah mengenal pembuatan tahu pada 1937
  • Mereka mengenal teknik pembuatan tahu dari dari seorang imigran Tionghoa
  • Terdapat kurang lebih 408 produsen tahu di Cibuntu
  • Kapasitas produksi per tahunnya sebanyak 2.161 juta potong
  • Nilai investasinya mencapai Rp. 13,472 miliar
  • Bisa menyerap tenaga pekerja sebanyak 1.518 orang

Soto Rumah Makan Ganefo di Naripan

PADA 1960 di Jalan Naripan berdiri sebuah rumah makan. Rumah makan ini mulai terkenal pada 1970-an. Orang mengenalnya dengan nama Rumah Makan Ganefo. Rumah makan ini berada di Jalan Naripan No 147.

Jika pernah berkunjung ke Mi Naripan, posisi rumah makan ini sudah tidak jauh dari kedai mi yang telah melegenda itu. Tinggal lurus. Rumah makan ini berada di ujung Jalan Naripan, dan lebih dekat ke Jalan Ahmad Yani.

Rumah Makan Ganefo Jalan Naripan Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Rumah Makan Ganefo Jalan Naripan Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Di kawasan itu juga ada kedai bakso yang sudah menjadi incaran para kuliner di Bandung. Namanya Bakso Bintang Avon. Dari kedai bakso yang berada di Jalan Ahmad Yani tak jauh dari simpang lima sudah terlihat Rumah Makan Ganefo.

Bangunan Rumah Makan Ganefo tidak terlalu besar. Gedungnya khas karena masih mempertahankan bangunan gaya lama. Dindingnya bercat putih, sedangkan kosennya bercat kuning. Sementara di pintu masuk tertulis Ganefo, di sebelahnya di kaca tertulis hidangan yang tersedia di sana.

Di halaman rumah makan itu terdapat dua meja yang sengaja disediakan oleh pengelola bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan sambil menikmati suasana di Jalan Naripan. Sedangkan di dalam tersedia meja panjang dari kayu yang memberikan suasana pada zaman dulu. Sekaligus juga untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjungnya.

Hidangan favorit pengunjung Rumah Makan Ganefo tentu saja soto Bandung, Pindang, dan Ikan Mas. Menu lainnya adalah soto ayam, gepuk, tongkol balado. Harga makanan di sini relatif terjangkau.

Adapun rasanya tidak pernah berubah hingga sekarang tetap lezat. Itu juga yang membuat rumah makan ini bisa bertahan lebih dari 40 tahun.

Sebagian besar pengunjung Rumah Makan Genefo adalah warga yang berkantor di sekitar sana. Selain itu ada juga yang sengaja datang ke sana, atau untuk menghabiskan waktu menunggu servis sepeda. Rumah makan ini tidak jauh dari Jalan Veteran tempat toko dan servis sepeda berada.

Rumah makan Genefo tidak jauh dari dari Pasar Kosambi. Jika berkenan bisa langsung berkunjung ke sana setelah puas berbelanja. Dari Jalan Braga pun rumah makan ini tidak terlalu jauh. Jika menggunakan kendaraan tinggal lurus saja. Bahkan dengan jalan kaki, jika mau, takkan memakan waktu lama. Selamat mencoba. *

Rumah Makan Ganefo

Lokasi: Jln. Naripan No. 147
Buka pukul 08.00-18.00 WIB setiap hari kecuali hari Minggu

Kupat Tahu Gempol Memang Paling Jempol

BAGI yang sering melakukan perjalanan Bandung-Tasik via Garut pasti tidak pernah lupa dengan kawasan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya. Ya, di sana ada kupat tahu yang terkenal kelezatannya, namanya kupat tahu Mangunreja. Makanan ini bahkan sudah melegenda dan menjadi cikal bakal kupat tahu di kota-kota lain.

Satu di antaranya adalah kupat tahu Gempol di Bandung. Makanan ini yang dijual  tak jauh dari Pasar Gempol ini menawarkan kekhasan rasa Mangunreja. Racikan bumbunya tak jauh dari rasa yang makasan dari Mangunreja tersebut.

Kupat Tahu Gempol di Jalan Gempol Kulon Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Kupat Tahu Gempol di Jalan Gempol Kulon Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

“Cikal bakal dari kupat Gempol adalah kupat  khas Mangunreja Tasikmalaya. Kebetulan kami memang asli dari sana. Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak dicari,” ujar pemilik kupat Gempol, Yayah, seperti diungkapkan pada Tribunnews.com, 13 November 2014.

Soal ketenaran Kupat Gempol tidak kalah dari moyangnya. Menurut Yayah dalam “NET24 – Kupat tahu gempol, sajian khas Bandung sejak 1975”, dia  setiap harinya harus menyediakan 12 kg beras, dan dalam hitungan empat jam beras yang diolah menjadi kupat ludes terjual.

Kupat di sini, kata Yayah, rasanya berbeda dengan kupat yang berada di tempat lain. Bumbunya memiliki kekentalan dan rasa yang sangat pas di lidah. Bumbu yang disajikan merupakan olahan khas kacang dan bumbu lainnya, yang diolah di rumahnya yang tak jauh dari kedai.

Melengkapi kekhasan kupat gempol adalah tahunya. Tahu yang disajikan merupakam pasokan langsung dari sentra tahu Bandung di Cibuntu. Tahu Cibuntu terkenal memiliki tekstur lembut, tapi tetap kenyal. Dan, dalam pembuatannya tanpa bahan pengawet.

Kupat  Gempol berdiri sejak 1965. Pada 1975 dikelola leh H. Achdan dan istrinya Yayah. Mereka meneruskan usaha kakaknya. Usaha mereka terus berkembang sehingga terkenal seperti sekarang.

Namun bagi penggemar kupat ini harus bangun pagi-pagi karena kedainya bukanya hanya pada pagi yakni pukul pukul 05.30 – 10.00. Warung kupat yang sederhana ini tak sulit untuk menemukannya. Persis di ujung pertigaan pasar Gempol. Plang besar berwarna dominan merah  bertuliskan Kupat Tahu Gempol terpampang di  bagian depan warung itu.

Kalau mau coba, buruan datang ke Kupat Gempol, dijamin cudok…! *

Kupat Tahu Gempol

Jl Gempol Kulon No. 53, Bandung
Hanya 50 meter dari kedai roti gempol.
Dekat Pasar Gempol, Bandung, Jawa Barat
Telp: 022-4260809

Roti Gempol yang Semakin Tersohor Saja

WE understand Hungry. We do deliver our food less than 30 min and keep the taste of food. Just Call and Eat! Begitu yang ditawarkan Kedai Roti Gempol melalui laman resminya. Layanan antar ini menjanjikan 30 menit sampai pada pemesan. Jika menginginkannya telepon saja ke 022-93223388.

Jika ingin langsung datang ke kedainya langsung saja ke Jalan Gempol Wetan No. 14 Bandung. Kedai Roti Gempol berada di gang kecil membaur dengan rumah penduduk. Tepat berada di belakang pasar gempol. Jalan itu berada di kawasan Diponegoro, masuknya bisa dari Jalan Bahureksa.

Roti Gempol
Roti Gempol di Jalan Gempol Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Kedai roti Gempol telah berdiri lama sekali, yakni pada 1958. Roti ini sudah menjadi detinasi pemburu kuliner sekak dulu. Ciri khasnya adalah roti yang tebuat dari gandum dengan berbagai macam rasa. Di sini tersedia roti bakar gandum asin yang di dalamnya terdapat keju, daging asap dan telur. Selain itu ada juga roti bakar yang rasanya manis, seperti roti bakar berisi selai stroberi, blueberry, dan meses cokelat.

Menu lain yang bisa diperoleh di kedai ini adalah roti spesial yang toppingnya bisa memilih sendiri maksimal 2 topping. Roti komplet yang menggunakan mayones. Bahkan bisa memilih antara roti tawar putih biasa dan roti gandum. Untuk minuman kedai Roti Gempol menyediakan teh tarik, teh sereh, mangga kerok, avocado kerok cokelat, avocado kerok, kopi hitam, dan masih banyak lagi.

Uniknya roti ini bukan asli dari Bandung. Awalnya pabrik roti ini berada di Salatiga. Kemudian berpindah ke Semarang. Pada 1958, Kota Bandung menjadi tujuan, dengan mendirikan pabrik roti di Jalan Gempol Wetan.

Dalam laman citizenmagz.com disebutkan pemilik roti Gempol, Lidya, sudah mulai merintis usahanya sejak masih berkuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung). Lalu kenapa bisa berkembang dan bertahan terus sampai sekarang? Rahasianya adalah Roti Gempol tanpa bahan pengawet dan tetap mempertahankan rasa.

Dalam detiknews, Senin (17/03/2008), Lidya mengatakan meski berbahan sama dengan produk roti lain, cara pengolahannya berbeda. Menurut Lidya, takaran susu yang berbeda akan menghasilkan tingkat kepadatan roti yang berbeda pula.

Dalam sehari pabrik roti ini  bisa menghasilkan 300 roti. Jumlah tersebut tak pernah bersisa, habis oleh konsumen yang memburu roti jadul ini.

Saat ini Roti Gempol memiliki empat cabang yang tersebar di Maranatha, Dusun Bambu, dan Surya Soemantri. Mau coba? *

Menu Roti Gempol

  • Roti bakar gandum keju
  • Roti bakar gandum daging asap
  • Roti bakar gandum telur
  • Roti bakar stroberi
  • Roti bakar blueberry
  • Roti bakar meses cokelat.
  • Roti spesial
  • Roti komplet
  • Roti tawar putih biasa
  • Roti gandum
  • Teh tarik
  • Teh sereh
  • Mangga kerok
  • Avocado kerok cokelat
  • Avocado kerok
  • Kopi hitam