Lotek Alkateri, Pahit Tapi Lezat

PERNAH mencoba lotek Bandung? Hmmm, rugi kalau belum. Di Bandung banyak tempat yang jual makanan yang berbahan dari sayuran ini. Satu di antaranya adalah di Jalan Alkateri. Orang-orang menyebutnya Lotek Alkateri.

Lotek ini memiliki ciri khas. Rasanya pahit. Setiap sajian di lotek ini ditambahkan daun pepaya dan daun pare (paria). Kedua daun ini sangat jarang disajikan dalam lotek pada umumnya.

Tetapi jika tak ingin lotek yang pahit pembeli tinggal bilang jangan yang pahit. Biasanya pembuat lotek akan bertanya “pait”? Pait adalah bahasa sunda dari kata Pahit, sebelum lotek itu dibuat. Pertanyaan lainnya adalah, “Mau pedas, sedang, atau tidak?” Pilih salah satu di antara tiga pilihan tersebut. Jika tidak, default Lotek Alkateri adalah pedas.

Lotek Alkateri di Jalan Alkateri Bandung. |Foto serbabandung.com #serbabandung
Lotek Alkateri di Jalan Alkateri Bandung. |Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain itu, tentu saja racikan bumbu kacangnya sangat kental. Racikannya tidak ditambahkan air saat diulek. Tak ayal, rasa bumbu kacangnya begitu kentara dan pas di lidah. Itu juga menjadi ciri khas lotek yang berdiri sejak 1980 ini.

Kemasan Lotek Alkateri unik. Bungkusnya terbuat dari kertas bungkus nasi yang dilapisi daun pisang. Bentuknya kerucut seperti corn es krim. Bentuk tersebut membuat Lotek Alkateri mudah dibawa.

Jika makan di sana pengunjung belum tentu mendapatkan kursi. Di sana memang hanya tersedia meja untuk mengulek lotek. Kursi pun hanya beberapa buah saja.

Lotek Alkateri bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Namun kemasannya tidak berbentuk kerucut. Bungkusnya seperti bungkus kebanyakan namun sayuran dan bumbunya terpisah. Lotek tersebut harganya Rp 8.500. Harga tersebut bisa saja berubah tergantung pengelolanya.

Pemilik lotek ini adalah Oom Komariah (44). Pertama kali lotek ini muncul dikelola oleh ibu mertuanya. Setelah ibu mertuanya itu meninggal sebelum tahun 2000, lotek ini diteruskan oleh Oom yang dibantu oleh anaknya yang bernama Dani (26).

Mengenai resep daun pepaya dan pare, Oom mengaku, awalnya hanya coba-coba. Namun karena banyak yang menyukainya akhirnya resep coba-cobanya itu menjadi andalan.

Untuk mencari lotek ini tidak terlalu sulit, peminat lotek tinggal menelesuri Jalan Alkateri kalau dari Jalan Asia Afrika. Di ujung jalan itu, sebelum perempatan Jalan Alkateri-Jalan ABC, lotek itu berada. Di sana juga terdapat warung kopi terkenal, yakni Warung Kopi Purnama. *

Lotek Alkateri

  • Pemilik Oom Komariah (44).
  • Rasanya pahit karena menggunakan daun pepaya dan daun pare (paria).
  • Bungkusnya berbentuka kerucut seperti corn es krim.
  • Harganya Rp 8.500 (harga ini bisa saja berubah)
  • Berdiri sejak 1980

Satu tanggapan untuk “Lotek Alkateri, Pahit Tapi Lezat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.