Masakan Sunda Balakutak dan Tutut Ala Paviliun Sunda

ADA yang senang balukutak atau tutut? Jika ingin mencicipinya sebaiknya datang saja ke restoran Paviliun Sunda. Restoran ini menyediakan masakan Sunda seperti balakutak atau cumi hitam dan tutut atau keong kecil. Jangan lupa juga ada ayam dan ikan bakar khas Paviliun Sunda yang menjadi favorit tamu restoran ini.

Tak hanya ada masakan Sunda, di sini pun tersedia hidangan seafood. Uniknya para tamu bisa merasakan kesegaran seafood yang disediakan karena dimasak sesuai pesanan. Menu seafood favorit pengunjung restoran ini adalah kerang hijau bakar dan udang balado petai.

Menu seafood unik lainnya adalah  ikan barakuda.  Ikan yang berbentuk panjang, bertekstur lembut dan kenyal. Yang paling disukai adalah ikan barakuda bumbu rica. Jika ingin variasi yang lain ada juga ikan barakuda bakar.

Barakuda adalah ikan termasuk dalam kelas Actinopterygii.  Wujudnya menyeramkan. Ukuran tubuhnya besar yakni sampai panjang enam kaki dan lebar satu kaki.

Selain masakan sunda dan seafood, di sini tersedia untuk dessert (hidangan penutup) Paviliun Sunda menyediakan  peuyeum cincau, sup buah, peuyeum bol, colenak, rujak cuka, dan buah segar. Peuyeum cincau dan peuyeum bol merupakan menu penutup yang paling disukai.

masakan sunda
Rumah Makan Paviliun Sunda

Peuyeum cincau adalah jus peuyeum yang  ditaburi cincau di atasnya. Adapun peuyeum bol adalah tape singkong yang digoreng berbentuk bulat yang dibubuhi  saus gula merah dan taburan gula putih.

Sedangkan untuk minumannya pengunjung bisa memilih aneka jus, aneka es khas sunda, minuman panas, dan minuman kemasan.

Paviliun Sunda yang menempati bangunan arsitektur kolonial ini memadukan elemen tradisional Sunda, seperti interior bambu, kayu solid, dan anyaman Sunda. Restoran ini  memiliki dua area utama, yaitu ruangan utama yang menyatu dengan display food dan area teras. Masing-masing ruangan berkapasitas 150 orang.

Di sini juga menyediakan tempat lesehan yang terbagi menjadi dua, yakni lesehan standar dan lesehan VIP yang berkapasitas 30 orang.

Lokasi Paviliun Sunda berada di Jalan L. RE. Martadinata No.97. Jalan yang lebih dikenal dengan sebutan Jalan Riau ini merupakan kawasan Factory Outlet. *

Lokasi Paviliun Sunda yang Menyediakan Masakan Sunda

Jalan LLRE. Martadinata No.97, Kota Bandung, Jawa Barat 40113
Telepon (022) 4267700
Buka pukul 10.00–23.00

Akun medsos Paviliun Sunda

Instagram (@paviliunsunda)
Twitter (@paviliunsunda)
Facebook (paviliunsunda)

Sumber tulisan: Copas dari Serbabandung.com

Burger Lokal yang Menjadi Pilihan Penikmat Burger

BURGER buatan apa yang sering dibeli? Jika pertanyaan dilontarkan kepada penyuka roti sanwidch ini pasti ada yang menjawab  McD atau McDonald’s. McDonald’s bisa jadi merupakan burger yang paling banyak dibeli. Bayangkan saja McDonald’s yang memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia termasuk Indonesia pada 2014, berapa pengunjungnya setiap hari.

McD memang sulit tersaingi, namun sebetulnya ada beberapa hamburger yang diproduksi oleh merek lain seperti Burger King, A&W dan Wendy’s. Di Indonesia hamburger ini pun membuka cabangnya di beberapa kota seperti di Bandung, Jakarta dan Surabaya.

burger

Burger. | Foto serbabandung. com #serbabandung

Banyak yang belum tahu hamburger merupakan makananan yang berasal dari sebuah kota kedua terbesar di Jerman, yakni Hamburg. Makanan ini bisa masuk ke Amerika dibawa oleh imigran dari kota tersebut. Makanan ini orang sana menyebutnya hamburg steak.

Roti isi berbentuk bulat ini terus berkembang. Rasa dan variasi hamburger pun bermunculan. Ada yang mengganti penggunaan daging sapi dengan daging babi, cumi-cumi, ikan, udang dan lobster.

Di Jepang, Cina, dan Taiwan mengenal rice hamburger. Orang sana mengganti roti dengan nasi. Bagi yang vegetarian ada burger yang khusus dibuat untuk vegetarian dengan mengganti daging dengan gluten, atau tahu.

Burger Lokal yang Jadi Pilihan

Di Bandung juga bermunculan hamburger unik seperti seperti black hamburger, rasa rendang, rasa  tempe, dan batok. Hamburger batok adalah  yang dikukus dalam batok kelapa aromanya khas dan rasanya nikmat. Hamburger rasa baru ini tentu saja banyak penyukanya. Dan, kemungkinan akan bermunculan hamburger rasa lainnya.

Restoran McDonald’s tak ketinggalan. Mereka menciptakan menu yang cocok dengan lidah lokal. Seperti di Indonesia. McDonald’s yang buka pertama kali di Indonesia di Sarinah, Jakarta pada 23 Februari 1991, menjual ayam goreng dan nasi. Menu ini tidak dijual selain di McD di Indonesia.

Di Norwegia, McD menjual menu McLaks, yakni sandwich salmon. Di India hamburger yang dijual bernama Maharaja Macs dengan daging kambing. Ada juga McAloo Tikki burger untuk umat Hindu vegetarian. *

Sumber: Copas dari serbabandung.com

Bubur Ayam yang Paling Dicari di Bandung

PENJUAL bubur ayam di Kota Bandung hampir ada di setiap sudut kota. Jenisnya pun berbeada-beda. Tinggal pilih ada bubur Capitol di Jalan Kasmin, ada bubur Pa’ Otong di Jalan Andir, ada bubur Bejo Ayam Spesial di kawasan Kosambi, atau bubur Mang Aja di Jalan Oto Iskandardinata. Semuanya memiliki kekhasan masing-masing.

Bubur Andir atau Bubur Pa’ Otong misalnya. Bubur ini memiliki kekhasan minimalis. Bubur yang disajikan tidak dibubuhi kacang, seledri, bawang, atau kerupuk. Bubur ini dalam penyajiannya hanya menyertakan suwir ayam, potongan cakueh, kecap asin, dan sambal.

bubur ayam mang aja
Kedai bubur ayam Mang Aja di Jalan Oto Iskandardinata, Bandung.

Kemudian Bubur Kasmin, bubur yang lebih dikenal dengan sebutan Bubur Capitol ini adalah bubur ayam khas Bandung yang terlihat encer. Topping-nya terlihat lengkap. Ada  suwiran daging ayam, ati ampela, telur rebus, kacang kedele, bawang goreng, kerupuk dan emping.

Bagaimana dengan bubur Bejo Ayam Spesial di kawasan Kosambi? Bubur yang berada di depan Pasar Kosambi pun memiliki kekhasan. Bubur di sini tidak didampingi  kerupuk. Porsi  relatif banyak. Pembeli bisa menambahkan telor dan ati ampela atau  menu spesial.

Bubur lainnya adalah bubur Mang Oyo. Bubur ini sudah banyak cabangnya, seperti di Jalan Sulanjana, Gelapnyawang, Surya Soemantri-Maranatha, Surapati, dan H Djuanda. Bubur Mang Oyo memiliki kekhasan karena kekentalan buburnya. Bubur tidak tumpah meski mangkuk dibalikkan dalam hitungan detik.

Di samping Hotel Homann, tepatnya di Jalan Homann ada bubur ayam PR. Bubur ini mulai buka pukul 20.00 hingga pukul 03.00. Nama PR melekat pada bubur ini karena sebelum pindah ke tempat sekarang penjual bubur ini berjualan di depan Kantor PR.  Yang khas dari bubur PR adalah krupuknya bukan krupuk biasa, tapi emping.

Bubur Ayam Lainnya di Bandung

Di Jalan Pelana, kawasan Tegallega juga ada bubur pelana. Bubur ini sudah memiliki  beberapa cabang di Kota Bandung. Kekhasan Bubur Pelana adalah keencerannya, dan rasa gurihnya. Krupuknya disajikan secara terpisah di tempat kaleng.

Tak kalah lezatnya, Bubur Mang Aja di Jalan Oto Iskandardinata, tepat di simpang empat Ciateul (Jalan Ibu Inggit Garnasih). Lapak bubur di tepi jalan ini memberikan sensasi kepada pembelinya untuk menikmati bubur sambil memandang ramainya lalu lintas di sana pada malam hari. Di sini bubur ayam tersedia dua macam, yakni bubur ayam telor dan bubur ayam ampela.

Tertarik? Silakan pilih. *

Copas dari serbabandung.com

Cireng Jalan Cipaganti yang Rasanya Aduhai

CIRENG atau aci digoreng sudah tak asing lagi. Rasa gurih dan kenyal adalah ciri khas penganan ini. Untuk mendapatkannya tidak sulit karena penjualnya bertebaran di mana-mana. Satu di antaranya adalah di Cipaganti. Lapak penjual makanan dari aci ini berada di Jalan Cipaganti Bandung tepat di depan Kantor Pos Cipaganti.

Cireng Cipaganti yang paling dicari adalah yang berisi sambal kacang. Makanan dari aci di sini  berbeda dengan yang ada pada umumnya, tidak kenyal, sebaliknya mudah dikunyah langsung meluber di mulut. Sambal kacangnya sangat terasa. Satu bungkus penganan rasa sambal kacang ini  berisi 10 potong dipatok Rp 12.000.

cireng

Ilustrasi. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain yang berisi sambal kacang di sini menjual penganan dari aci  tersebut berbagai rasa. Bentuknya tidak  kotak melainkan bulat. Isi di dalamnya ada sambal kacang, keju, abon, sosis, dan kornet. Cireng isi keju, abon, sosis, atau kornet dihargai Rp 18.000.

Cireng Cipaganti juga menyediakan yang mentah dan bisa dijadikan buah tangan oleh wisatawan. Namun karena makanan dari aci  di sini tidak menggunakan bahan pengawet, daya tahannya hanya dua hari.  Dan untuk itupun  harus divakum dan dimasukkan ke freezer.

Penggemar penganan ini  untuk mendapatkan sebungkus yang mentah sambal kacang harus bayar Rp 18.000. Satu bungkus berisi 15 potong. Adapun sebungkus yang rasa keju, abon, sosis, atau kornet berisi 10 potong harganya Rp 18.000.

Di sini juga menjual cilok dan keripik seblak. Seporsi cilok berisi 5 potong dibanderol Rp 6.000 dan kerupuk seblak Rp 7.000 per bungkus. Untuk  sebungkus cilok mentah berisi 25 potong harganya Rp 30.000.

Pemiliknya adalah seorang pria yang sering disapa Abah.  Abah memulai usaha cireng dengan  berjualan aneka gorengan. Untuk mendapatkan resep yang lezat, Abah harus melakukan uji coba beberapa kali. Akhirnya Abah menemukan resep andalan cireng berisi sambal kacang. Cireng ini menjadi andalan dan menjadi favorit pembeli.

Cireng Cipaganti Sempat Berpindah-pindah

Abah memulai usahanya  pada 1990. Saat itu membuka lapak  di depan Rumah Makan Suharti, Jalan Cipaganti. Pada 2002, Abah terpaksa harus pindah karena area parkir rumah makan Suharti dipenuhi mobil pelanggannya. Sempat berhenti berjualan, Abah akhirnya mendapat izin kepala Kantor Pos Cipaganti untuk berjualan di halaman kantor. Namun kemudian harus pindah lagi ke pinggir jalan depan kantor pos hingga sekarang. *

Naskah dan Foto Copas dari serbabandung.com

 

Mi Ayam MP Alias Mas Paidi yang Lezat di Baleendah

MI ayam, hmmm? Yang ini adalah salah satu makanan yang paling banyak disukai.  Satu di antara gerai mi ayam yang paling dicari adalah Mie Ayam MP alias Mas Paidi di simpang Jalan Siliwangi Baleendah, Kabupaten Bandung.

Buktinya, Kamis (31/12) siang, kedai ini penuh. Pengunjung harus antre dan menunggu agak lama pesanan hidangan yang akan disantap datang. Pada hari terakhir 2016 ini, lahan parkir di halaman depan kedai ini penuh oleh mobil dan sepeda motor.

mi ayam mp mas paidi
Mie ayam MP alias Mas Paidi di Simpang Jalan Siliwangi, Baleendah, Kabupaten Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Kedai yang di dalamnya bernuansa warna oranye ini menawarkan menu pilihan yang menggugah selera. Ada mi ayam tanpa campuran, mi ayam bakso cincang, mi ayam bakso telor, dan mi ayam bakso mini. Hidangan ini dibandrol kisaran Rp 9.000-Rp 14.000.

Menu yang lainnya yang tersedia di sini adalah mie campur, mie campur bakso cincang, mi campur bakso telur, mie campur bakso urat, mie campur  bakso mini, dan mie campur bakso kuah. Kalau menu yang ini dibandrol kisaran Rp 9.000-Rp 10.000.  Untuk minumnya di sini tersedia soft drink, dan jus.

Mie ayam yang digunakan di sini sama seperti yang digunakan pedagang mie lainnya. Ukuran minya lebih besar, dan pipih. Adapun warnanya berwarna kuning.  Kemudian campuran ayamnya dipotong kecil-kecil, dan rasanya seperti ada rasa manisnya.

Mie ayam di sini juga dibubuhi sayuran. Kuahnya gurih. Untuk menambah nikmat mi ayam di meja disediakan botol plastik berisi sambal dan kecap. Ada beberapa botol yang tersedia di sana. Pengunjung tinggal memilihnya agar mie ayam tersebut lebih terasa lezat.

Ada beberapa meja yang memanjang yang disediakan di sana. Posisinya ada yang di tengah, ada juga yang menempel ke dinding. Sebelum menikmati seporsi mi ayam, pembeli harus memesan terlebih dahulu ke bagian kasir yang berada di sana.

Mie ayam sebetulnya berasal dari Cina, tetapi menurut Wikipeda, mie ayam yang seperti di Indonesia tidak  ditemukan di sana. Namun, mie jenis ini sudah dianggap makanan tradisional Indonesia. Penjual mie ayam yang populer di Indonesia berasal dari Wonogiri. *

Menu Mi Ayam Mas Paidi (MP)

Mie ayam Rp 9.000, ayam bakso cincang  Rp 13.000, bakso telor  Rp 14.000, ayam bakso mini Rp 13.000,  campur 1/2 Rp 9.000, campur bakso cincang Rp 13.000,  campur bakso telur Rp 14.000, campur bakso urat Rp 14.000, campur  bakso mini Rp 13.000, dan  campur bakso kuah Rp 17.000

Cimol, Aci yang Diemol-emol Rasanya Guruh, Lezat dan Bisa Juga Pedas

CIMOL adalah aci diemol-emol atau aci dibulat-bulat. Penganan ini telah lama beredar di Bandung. Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga banyak yang menyukainya. Bahkan dari berbagai kalangan sangat menikmati makanan ini.

Makanan ini  sebetulnya hampir sama dengan cireng. Cuma bentuknya saja yang berbeda. Bahannya sama terbuat dari tepung kanji. Kalau cireng bentuknya kotak sedangkan maknan ini bentuknya bulat, biasanya ukurannya sebesar kelereng.

Dari segi pembumbuan pun sedikit berbeda. Cireng biasanya menggunakan bumbu kacang dalam penyajiannya, tetapi maknan dari aci ini mengunakan bumbu berbentuk serbuk yang rasanya bermacam-macam, ada rasa keju, pedas, dan lain-lain.

Di mana membeli cimol? Penganan ini, seperti juga makanan-makanan sejenis biasa dijual di halaman-halaman sekolah. Tetapi kemudian merembet ke mana-mana, pedagang makanan ini sangat mudah didapatkan terutama di tempat-tempat ramai.

penjual cimolCimol biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima menggunakan roda. Seperti yang terlihat di Jalan Buahbatu, depan Toserba Griya, pedagang makanan ini  menawarkan berbagai rasa. Kebetulan makanan ini  ini sangat disukai penikmat makanan berbahan aci.

Harga makanan ini  sekantung plastik Rp 2.500. Pembeli bisa memilih rasa yang telah disediakan. Ada rasa keju, sambal kacang, dan lain-lain. Pedagang makanan ini  ini berada di deretan roda-roda pedgang kuliner di sana.

Ternyata cimol juga banyak yang menjualnya di media sosial, dan laman jual beli. Tengok saja di tokopedia, banyak jenis dan rasa cimol dijual di laman tersebut. Belum lagi yang dijual lewat BBM, WhatsApp, atau aplikasi chating lainnya.

Kalau ingin bikin sendiri juga tidak terlalu sulit. Banyak resep yang ditawarkan dalam laman-laman di internet. Tinggal buka saja mesin pencari google.com kemudian masukkan keyword cimol, maka akan keluar berbagai resep penganan dari tepung kanji ini. *

Cimol, Aci Diemol-emol

  • Harga Rp 2.500
  • Dijual di tempat keramaian, bisa di pinggir jalan dekat sekolah, super market, pasar, pusat bisnis, dan lain-lain
  • Terbuat dari tepung kanji
  • Rasanya bermacam-maca, ada rasa keju, sambal kacang, pedas, dan lain-lain

Tahu Bulat Lezat Mulai Banyak Dicari, Penjualnya Biasanya Pakai Mobil

TAHU itu sekarang bermacam-macam bentuknya, tidak hanya berbentuk kotak, tetapi sekarang ada yang berbentuk bulat. Ukurannya kira-kira sebesar bola pingpong. Asal tahu saja, tahu bulat ini dari beberapa referensi dari internet disebutkan berasal dari Tasikmalaya.

Berbeda dengan tahu lainnya, tahu bulat memiliki rasa yang bermacam-macam, seperti rasa ikan. Tahu bulat ini dalam pembuatannya telah dibumbui terlebih dahulu sehingga rasanya sangat gurih dan lezat.

tahu bulat
Penjual tahu bulat di Jalan Buanbatu Bandung. | kulinernikmat.com #kulinernikmat

Tahu ini mulai muncul pada 2000-an. Setelah di Tasikmalaya, penganan ini terus menyebar ke kota-kota besar, seperti Bandung. Banyak pedagang tahu ini yang menjajakan dagangannya di roda kaki lima, atau ada juga yang menggunakan mobil bak terbuka.

Pedagang tahu ini yang menggunakan mobil bak terbuka menjajakan dagangnnya berkeliling ke kompleks-kompleks. Tetapi ada juga yang memarkirkan mobilnya di tepi jalan besar, seperti di Jalan Terusan Buahbatu.

Mobil bak itu ditutupi terpal. Pembeli bisa memesan tahu ini  mentah atau goreng. Untuk tahu ini yang goreng, penjual menyediakan kompor dan penggorengan untuk menggoreng tahu ini langsung di sana.

Pedagang tahu goreng yang menggunakan roda, satu di antaranya ada di Jalan Buahbatu, di seberang oserba Griya. Mereka berdagang di trotoar di jalan tersebut. Selain tahu ini, pedagang ini pun menjual tahu krispi.

Pedagang tahu ini di sini menyediakan serbuk beraneka rasa untuk menambah kelezatan tahu tersebut. Serbuk yang tersedia di antaranya ada yang rasa keju. Pembeli bisa menikmati tahu dalam keadaan hangat karena pedagangnya menyediakan penggorengan untuk memasak tahu tersebut.

Sekarang pun tahu bulat telah dicium oleh para pebisnis untuk menjadi waralaba. Di internet banyak sekali perusahaan yang menawarkan waralaba tahu bulat. Mereka menawarkannya di laman market place dan membuat tyoko online. Selain itu ada juga yang menawarkan menjadi agen penjualan penganan ini.

Bagaimanan mau coba? *

Tahu Bulat Asal Tasikmalaya

  • Mulai dikenal pada 2000-an
  • Ukurannya sebesar bola pingpong
  • Telah menyebar ke kota-kota lain