Sosis Roti Sidodadi Ukurannya Cukup Besar

MAU roti sosis yang sosisnya besar? Di Toko Roti Sidodadi tempatnya. Sosis di sini  benar-benar terasa ketika menggigit roti yang khas dari Roti Sidodadi. Sosisnya tidak hanya asal tempel, tapi benar-benar ditanam dalam roti tersebut sosis yang cukup besar. Sosisnya terasa mulai gigitan pertama hingga terakhir.

Paparan di atas tidak berlebihan karena faktanya seperti itu. Roti Sidodadi memang lain dari yang lain. Bagi yang pernah merasakan pasti akan kembali lagi ke sana untuk membeli roti yang diinginkan. Bagi yang belum pernah merasakannya sepertinya rugi besar karena belum pernah menikmati roti jaman dulu yang sampai sekarang masih diproduksi.

Roti Sosis  Sidodai
Roti Sidodai di Jalan Oto Iskandardinata Bandung. | Foto kulinernikmat #kulinernikmat

Roti Sidodi berada di Jalan Oto Iskandardinata 225. Toko ini berada di deretan toko-toko di sana. Bangunannya termasuk bergaya lama seperti kebanyakan toko-toko di sana. Namun harus teliti untuk menemukan toko yang sering terhalang mobil dan sepeda motor yang parkir.

Sebagai patokan ketika telah melewati Jalan Kapatihan, kendaraan sebaiknya dipelankan. Dari Jalan Kapatihan toko itu tinggal beberapa meter saja. Jika kendaraan melaju kencang dikhawatirkan melewati toko tersebut. Bagi yang ingin menikmati jalanan di Bandung, bisa berjalan kaki dari Alun-alun Bandung karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Roti yang diproduksi Roti Sidodadi termasuk roti jaman dulu ala Belanda. Dalam referensi yang diperoleh dari blog-blog kuliner toko ini sudah berdiri pada akhir 1960. Konon bangunan tokonya belum berubah hingga sekarang.

Roti di sini diproduksi tanpa bahan pengawet. Selain itu dalam proses produksinya menggunakan cara lama. Hal tersebut untuk menjaga cita rasa roti yang sudah terkenal sejak jaman dulu. Termasuk juga kemasannya yang tetap dipertahankan hingga sekarang.

Kemasannya jaman dulu banget. Roti dibungkus plastik putih bertuliskan merah. Di bungkus tersebut ada tulisan alamat, bahan roti, dan terima pesanan. Di kemasannya juga dibubuhi pesan mengajak pembeli untuk membuang sampah pada tenpatnya. Pesan lainnya adalah ajakan untuk ber-KB. Bunyinya seperti ini “Jadilah peserta KB lestari”.

Roti Sidodadi yang berhasil mempertahankan mutunya menjual beraneka ragam roti seperti roti kornet, keju, dansosis. Roti jadul pun tersedia di sini, yakni roti gambang, roti krenten atau kismis, dan roti tawar frans.

Harganya bervariasi tergantung jenis roti dan ukurannya. *

Roti Sidodadi

Jalan Otista 225
Telepon 0224203361
Buka dari pagi hingga sore

Salain Roti Sosis yang Dijual Roti Sidodi

  • Roti kornet
  • Roti keju
  • Roti gambang
  • Roti krenten
  • Roti kismis
  • Roti tawar frans

 

Roti Isi Selai Srikaya Warung Kopi Purnama

Salah satu tempat favorit tempat untuk mendengarkan bareng pertandingan langsung pertandinga sepak bola dari radio adalah Warung Kopi Purnama. Warung kopi yang dekat dengan Pecinan ini menjadi tempat untuk nongkrong dan kongko-kongko warga Tionghoa.

Dulu ketika stasiun televisi belum menjamur, penggemar sangat kesulitan untuk menonton siaran langsung pertandingan sepak bola. Jangankan pertandingan di Liga Eropa, untuk pertandingan lokal pun sangat jarang sekali. TVRI yang saat itu satu-satunya stasiun televisi di Indonesia pun hanya sekali-kali memanjakan penggemar olahraga paling populer ini. Namun penggemar sepak bola zaman dulu tak patah arang.

Mereka mengandalkan siaranpandangan langsung pertandingan sepak bola lokal dari Radio Republik Indonesia. Terutama di Bandung tentu saja kalau Persib bermain. Nah para penggemar sepak bola tersebut tidak hanya mendengar sendirian di rumah. Seperti sekarang ada nobar alias nonton bareng, dulu juga ada mendengarkan bareng. Bisa di warung, di pos ronda, di rumah, di mana pun, dan salah satunya di Warung Kopi Purnama.

Warung kopi yang letaknya di Jalan Alkateri ini berdiri sekitar 1930. Pendiri warung ini Yong A Thong yang hijrah dari kota Medan ke kota Bandung sekitar abad ke-20. Dulu namanya bukan Warung Kopi Purnama tetapi Chang Chong Se yang berarti “Silakan Mencoba”.

Warung Kopi Purnama di Jalan Alkateri Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Warung Kopi Purnama di Jalan Alkateri Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pada 1966 warung itu berganti nama menjadi Warung Kopi Purnama. Warung kopi ini sudah melalui beberapa generasi. Sekarang pengelolaannya adalah generasi ke-4. Pengelola warung tetap mempertahankan cita rasa zaman dulu sehingga bisa bertahan lama.

Adapun menu yang bisa dinikmati di sini di antaranya roti selai srikaya, roti dadar ham sampai lumpia goreng, bubur ayam, gado-gado, bacang, nasi lengko, nasi ayam (chicken rice). Sedangkan minumannya adalah teh tubruk, kopi tubruk, kopi susu panas, es kopi susu, dan es kelapa muda.

Menu unik di sini adalah roti isi selai Srikaya. Roti ini merupakan resep warisan asal Medan. Kopinya juga istimewa karena kopinya adalah Kopi Aroma yang punya cita rasa khas. Pabrik kopi Aroma tidak jauh dari warung ini, di Jalan Banceuy. Kopi ini menjadi favorit pelancong yang datang ke Bandung.

Untuk menuju ke warung ini tidaklah sulit. Tak jauh dari Jalan Asia-Afrika. Dari Kantor Pos Besar tinggal lurus, lalu belok kanan di belokan pertama, persis di Hotel Golden Flower. Sedangkan dari Jalan ABC bisa ditempuh dengan berjalan kaki. *

Warung Kopi Purnama

Alamat: Jalan Alkateri No. 22, Bandung
No. Telp: (022) 420 1841
Operasional: Setiap hari mulai pukul 07.00-19.00

Menu Warung Kopi Purnama

Makanan
Roti selai srikaya
Roti dadar ham
Lumpia goreng
Bubur ayam
Gado-gado
Bacang
Nasi lengko
Nasi ayam (chicken rice)

Minuman
Teh tubruk
Kopi tubruk
Kopi susu panas
Es kopi susu
Es kelapa muda

Menu ini bisa berubah tergantung pengelola Warung Kopi Purnama

SUMBER: tikatheexplorer.wordpress.com

Amanda Brownies Berawal dari Home Industri

AMANDA Brownies sudah tidak asing lagi bagi wisatan lokal dari Bandung, dan luar Bandung. Penganan ini sudah lama menjadi oleh-oleh khas Kota Bandung. Orang-orang berceloteh, jika tidak belanja Amanda Brownies berarti belum disebut ke Bandung.

Kecemerlangan Amanda ini banyak pengekornya. Banyak muncul merek-merek lain yang menjual brownies sejenis. Bahkan ada yang lebih inovatif dengan penawaran berbagai rasa. Para pengekornya itu sampai sekarang ada yang masih eksis, ada juga yang hanya bisa bertahan sebentar.

Amanda Brownies Jalan Cikawao Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Amanda Brownies Jalan Cikawao Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Amanda Brownies semakin melebarkan sayap. Gerainya tidak hanya buka di kota asalnya, tetapi menyebar ke kota lain, termasuk ke luar jawa. Pada 2014 misalnya, Amanda meresmikan tiga outlet baru, di Jalan Tentara Pelajar No 42A Magelang, Jateng; di Jalan Basuki Rahmat No 43 Palembang, Sumsel; dan di Jalan Raya Rancaekek No 131 (Dangdeur), Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Menurut Humas Amanda Brownies, dalam laman resmi Amanda, pembukaan tiga outlet baru tersebut untuk memenuhi permintaan pasar. Menurut dia dengan penambahan tiga outlet tersebut, maka total outlet resmi Amanda Brownies di seluruh Indonesia sebanyak 46.

Amanda Brownies awalnya hanyalah sebuah home industri, dan mulai berkembang pada Pada 1999. Resep bolu kukus yang jadi eksperimen Sumiwiludjeng dan suaminya H. Sjukur Bc.AP berhasil mengubah hidupnya. Resep yang didapatkan dari saudaranya itu membawa kesuksesan pada keluarganya.

Mereka dibantu oleh anak dan menantunya membuat dan memasarkan brownies sehingga terkenal ke seluruh Indonesia. Merek Amanda sendiri merupakan singkatan dari Anda Mantu Damai. Filosopinya, keluarga ini mengharapkan anak dan menantunya bisa selalu hidup rukun dan damai.

Sempat berkali-kali pindah gerai, Amanda Brownies akhirnya menetap di Jl Rancabolang No 29 Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Dari gerai inilah Amanda Brownies jadi semakin banyak dicari orang.

Sekarang tidak hanya brownies original saja yang bisa dibawa oleh penggemarnya, tetapi ada brownies sarikaya, pandan, blueberry, choco marble, pink marble, green marble, tiramisu, dan varian lainnya. Selain brownies tersedia pastry, seperti pisang bolen keju, pisang bolen nanas, cheese stick, sweet stick, cheese roll, dan aneka keripik pisang serta kentang. Harganya bervariasi mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 60.000. *

Amanda Brownies

Laman Resmi: http://amandabrownies.co.id
HEAD OFFICE
Jl. Rancabolang No. 29 Bandung
Telp. 022 – 7514657, 022 – 92754190
Fax. 022 – 7504291

Outlet Amanda Brownies di Bandung

  • Jl. Rancabolang No. 29Tlp. 022 – 92754191
  • Jl. Cikawao No. 1 – 3 Tlp. 022 – 92754192
  • Jl. Terusan Jakarta No.6 Tlp. 022 – 92754193
  • Jl. Pasir Kaliki Ruko Paskal Hyper Square Blok A 43 Tlp. 022 – 92754194
  • Jl. Ir. H. Djuanda No. 167 Tlp. 022 – 92754195
  • Jl. Dr. Setiabudi No. 164 Tlp. 022 – 92278246
  • Jl. Raya Kopo Sayati No.155 Tlp. 022 – 92201822, 022 – 91752108 *)
  • Jl. Kopo Jaya No.527 Bandung ikon outlet baru small *) Relokasi dari Jl. Raya Kopo Sayati No.155
  • Jl. A. H. Nasution No. 45 Ujung Berung Tlp. 022 – 93883830
  • Jl. Raya Cibabat No.452 Cimahi Tlp. 022 – 93605099
  • Jl. Raya Jatinangor No.105 Tlp. 022 – 93883832
  • Jl. Raya Rancaekek No.131 (Dangdeur) ikon outlet baru small Tlp. 022 – 91437740

(Cabang Amanda Mungkin Sudah Bertambah)

Kue Cubit yang Tiba-tiba Populer di Bandung

KALAU ada kue tradisional yang tiba-tiba namanya melejit dan banyak yang mencari adalah kue cubit. Kue yang biasanya berbentuk lonjong yang ukurannya kira-kira 4-5 cm itu makin digandrungi warga Bandung, dan warga luar Bandung pada 2014-awal 2015.

Tadinya kue ini hanya dijajakan di dekat-dekat sekolah, dan penjual kue basah di pasar-pasar. Sekarang para pedagang kue ini menyebar ke tempat-tempat keramaian di Bandung. Mereka tak hanya menawarkannya, tetapi berinovasi agar bisa mengundang pembeli.

Kue cubit di Jalan Cisangkuy Bandung. | kulinernikmat.com #kulinernikmat
Kue cubit di Jalan Cisangkuy Bandung. | kulinernikmat.com #kulinernikmat

Efek media sosial benar-benar berimbas pada kepopuleran kue ini. Beberapa tahun ke belakang, ketika kue ini  mulai populer, orang pun berlomba-lomba mengunduh fotonya ke media sosial seperti ke Instagram, Facebook, Twitter, Path atau yang lainnya.

Kue yang tergolong kue basah ini bahan utamanya tepung terigu. Untuk menjadi adonan tepung terigu dicampur dengan telur, gula, margarin, vanili, dan baking powder. Kemudian adonan dimasukkan ke cetakan, dan bakar di kompor yang apinmnya tidak terlalu besar.

Tentu untuk membuat sendiri butuh ketrampilan dan waktu, dan belum tentu enak juga ketika kue  buatan sendiri itu matang. Bagi yang hanya ingin menikmati kue tersebut dengan cara membeli ada beberapa tempat favorit para pemburu kuliner yang layak dicoba.

Kue cubit randa kembang. Kue cubit ini bisa diperoleh di Jalan Rangga Gading Bandung. Banyak variasi rasanya, yakni rasa original, coklat ceres, keju, frutty flakes, dan Toblerone. Harganyamulai dari Rp 1000-Rp 2000/buah. Saking banyak yang mencari, pengelola kue ini membuka cabang di Jalan Ambon No. 16 dan di Etalase Trans Studio Mall, Bandung.

Kue cubit  lainnya yang tak kelah lezat ada di Jalan Cisangkuy dekat Yoghurt Cisangkuy. Kue di sini tersedia berbagai rasa. Kue  rasa  green tea merupakan pilihan favorit para pelancong. Kue  di Cisangkuy mulai membuka lapaknya pada pukul 10.00 hingga menjelang matahari terbenam.

Kue cubit rasa green tea bisa juga diperoleh di Jalan Sultan Agung, Jalan Dipatiukur, Jalan Merdeka, dan di Jalan Citarum. Harganya berkisar antara Rp 8.000-Rp 18.000. Ada juga di tempat-tempat keramaian lainnya, seperti di pasar, dekar sekolah, dan taman.

Kue Cubit di Bandung

  • Di Jalan Rangga Gading, namanya Kue Cubit Randa Kembang.
  • Di Jalan Ambon No. 16
  • Di Etalase Trans Studio Mall, Bandung
  • Di Jalan Dipatiukur.
  • Di Jalan Cisangkuy
  • Di Jalan Sultan Agung
  • Di Jalan Dipatiukur
  • Di Jalan Merdeka
  • Di Jalan Citarum
  • Di tempat keramaian lainnya

Roti Abon Buatan BreadTalk

ROTI yang satu ini termasuk paling banyak dinikmati. Namanya Roti BreadTalk. Roti waralaba yang datangnya dari Singapura ini hampir dijual di mal-mal di Kota Bandung. Roti ini Telah memiliki cabang di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Toko roti ini memiliki konsep berbeda dengan toko-toko roti lain. Tokonya  dirancang secara ekslusif. Tampilan dapurnya yang berkonsep open kitchen memberikan keleluasaan pengunjung untuk menyaksikan proses pembuatan roti.

Toko Roti BreadTalk di Miko Mall Bandung. Foto serbabandung #serbabandung
Toko Roti BreadTalk di Miko Mall Bandung. Foto serbabandung #serbabandung

Roti yang paling terkenal buatan BreadTalk adalah roti abon. Roti ini merupakan signature food roti ini. Roti ini bagian atasnya ditaburi abon yang menempel pada mayones yang dioleskan pada permukaan roti. Warnanya yang kemerahan sangat menggoda selera penikmat roti. Roti abon buatan Breadtalk bernama Fire Floss.

Roti abon sebenarnya roti manis yang dikenal dengan nama Taiwanese Bread. Roti manis citarasa khas Asia yang adonannya dibentuk bulat panjang. Roti yang telah matang kemudian diolesi mayones, mustard dan gula halus. Bentuknya lonjong dengan ukuran 14-17 cm.

Di Indonesia roti ini  dikelola oleh Johnny Andrean. Gerainya sudah tersebar di Indonesia seperti di Jambi, Magelang, Bekasi, Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, Pekanbaru, Yogyakarta, Solo, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Cirebon, Medan, Gorontalo, Pontianak dan Ambon.

Di Bandung toko roti ini hampir ada di setiap mal, dan pusat perdagangan. Misalnya di Trans Studio Mall di Jalan Jend. Gatot Subroto No. 289; di Cihampelas Walk, Jalan. Cihampelas No. 160; Paris van Java, Jalan. Sukajadi No. 137-139; Di Miko Mall di Kopo, serta Istana Plaza, Jln. HOS Cokroaminoto (Pasir Kaliki).

BreadTalk didirikan pada 6 Maret 2003 oleh George Quek. Seorang wirausahawan ini awalnya membuat waralaba food court yang bernama Food Jucntion. Food cort ini sangat sukses di Singapura.

George Quek memiliki strategi pemasaran yang langsung mendatangkan pelanggan. Saat toko BreadTalk dibuka seringkali dipenuhi pengunjung yang rela antre untuk mencoba produknya.

Perusahan yang dimiliki George Quek tak hanya BreadTalk, tapi grup kepunyaannya memiliki banyak merek terkait makanan, dan pusat jajanan serba ada, seperti Food Republic, Din Tai Fung, ToastBox, Food Opera, Ramens Play, The Icing Room, dan Carl’s Jr China. *

Toko Roti BreadTalk di Jual di Mana?

  • Trans Studio Mall di  Jalan Jend. Gatot Subroto No. 289
  • Cihampelas Walk, Jalan. Cihampelas No. 160
  • Paris van Java, Jalan. Sukajadi No. 137-139
  • Miko Mall di Kopo
  • Istana Plaza, Jln. HOS Cokroaminoto (Pasir Kaliki)

Kopi Aroma yang Melegenda

BAGI penikmat kopi, rasanya tidak asing dengan kopi yang satu ini. Kopi ini melegenda dan banyak dicari oleh banyak orang. Ya, namanya Kopi Aroma. Toko dan pabrik kopi ini berada di Jalan Banceuy Nomor 51. Kopi ini sudah tersohor ke mana-mana. Tak hanya orang Bandung, tetapi orang luar Bandung pun banyak yang sengaja membeli kopi yang harumnya sangat menggoda.

Tokonya berada di antara deretan toko-toko onderdil di jalan tersebut. Jika belum biasa ke sana akan sedikit kesulitan untuk menemukannya. Tapi ketika bertanya pada seseorang di kawasan itu sudah tidak akan salah akan menunjukkannya pada sebuah toko yang persis berada di pertigaan Jalan Pecinan Lama dan Jalan Banceuy. Kalau dari arah Alun-alun berada di sebelah kanan.

Kopi Aroma
Pabrik dan Toko Kopi Aroma di Jalan Banceuy Bandung. Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Jalan Banceuy hanya untuk kendaraan yang dari Alun-alun. Jika telanjur memilih jalan dari Jalan Baraga bisa melewati Jalan Suniaraja kemudain berbelok ke Jalan Oto Iskandardinata. Setelah dekat Pasar Baru sebaiknya pelan-pelan dan cari nama Jalan Pecinan Lama. Kemudian belok kiri. Di ujung jalan ini Toko dan Pabrik Kopi Aroma berada.

Tak ada plang di toko itu. Namun di atas bagian depan toko itu ada tulisan Aroma Fabrik-Kopi. Di ruangan depan ada semacam etalase yang memanjang biji-biji kopi. Kemudian di dua sudut ruangan itu ada mesin penggilng kopi. Di bagian lain di tembok ruangan itu tertempel pamflet berwarna merah.

Dalam tulisan di pamflet itu disebutkan bahwa kopi ini  saat proses pembakaran menggunakan kayu karet.
Asap dari pembakaran kayu karet ini memberikan efek pada keharuman kopi. Penggunaan kayu karet sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun untuk menjaga kekhasan kopi.

Konsumen yang berbelanja kopi ke sana terlihat dari wajah dan penampilannya terlihat masih relatif muda. Mereka dilayani para pelayan yang menggunakan baju cokelat. “Mau yang arabika atau robusta. Arabika seperempat kilo harganya Rp 20.000. Kalau yang robusta Rp 15.000,” katanya.

Dikutip dari Tempo.co, 23 Februari 2013, biji kopi arabika de Toko Aroma berasal dari Aceh, Medan, Toraja, Flores, Bajawa, Pangalengan, dan Ciwidey. Sedangkan biji kopi robusta berasal dari Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Temanggung, dan Wonosobo.

Toko Aroma dibangun oleh Tan Houw Sian sejak 1930. Widyapratama, putra tunggal dari Tan Houw Sian yang meneruskan usaha tersebut.

“Toko ini nyaris tumbang. Saat saya lahir, ayah sudah berusia 53 tahun,” ujarnya seperti dituturkan kepada Tempo. “Antara 1966 hingga 1970 toko ini hidup tidak, mati tidak.”

Kopi Aroma masih mempertahankan kemasan gaya lama. Kopi-kopi dari sana hanya dimasukan ke kantong kertas yang di bagian luarnya dibungkus plastik. Di kantung kertas tersebut tertulis merek yang masih menggunakan Bahasa Belanda, Koffie Fabriek Aroma. *

Kopi Aroma Berdiri Sejak 1930

    • Toko sekaligus pabrik Kopi Aroma lokasinya di Jalan Banceuy Nomor 51
    • Kopi Aroma saat prosesnya menggunakan kayu karet saat pembakaran.
    • Kopi yang dijual di Kopi Aroma hanya dua jenis kopi, yakni robusta dan arabika.
    • Toko Kopi Aroma dibangun oleh Tan Houw Sian kemudian Widyapratama, putra tunggal dari Tan Houw Sian, meneruskan usaha tersebut
    • Pabrik dan Kopi Aroma berdiri sejak 1930
    • Kopi Aroma masih mempertahankan kemasan gaya lama

 

Mie Kocok Mang Dadeng Bisa Bertahan Lama, Apa Rahasianya?

BICARA soal mi kocok di Kota Bandung, nama yang satu ini pasti takkak terlewatkan. Ya, mi kocok ini memang sudah menjadi incaran para pemburu kuliner Bandung sejak dulu. Namanya Mie Kocok Mang Dadeng. Kedai mi kocok ini sudah berdiri pada 1958. Sebuah prestasi yang sulit tertandingi untuk sebuah kedai mi kocok yang bisa bertahan selama 57 tahun.

Mi kocok ini tak hanya disukai oleh warga Bandung saja, tetapi warga luar Bandung, seperti dari Jakarta, Subang, Tasikmalaya, bahkan dari luar jawa pun tak mau melewatkan sajian mi yang segar dan gurih ini. Mie Kocok Mang Dadeng memang sudah kakoncara (terkenal) ke mana-mana.

Mie Kocok Mang Dadeng Bandung
Mi Kocok Mang Dadeng Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Apa rahasia mi kocok ini hingga bertahan lama? Bumbu spesial yang diracik ternyata mengandung 27 rempah-rempah. Apa saja rempah-rempah tersebut? Tentu saja rahasia. Yang pasti rempah-rempah tersebut membuat Mi Kocok Mamg Dadeng menjadi kaya rasa, dan kikilnya tidak berbau amis.

Kalau sapinya, Mie Kocok Mang Dadeng memilih sapi dari Jawa. Bukan sapi perah. “Kalau sapi perah kurang vitaminnya. Tidak gurih,” kata pemilik Mi Kocok Mang Dadeng, Dadeng saat diwawancarai NET News di youtube.com.

Kedai mi kocok ini berada di Jalan Banteng 67 (sekarang Jalan KH. Ahmad Dahlan). Lokasinya tak jauh dari Rumah Sakit Muhammadiyah, dan Hotel Horison. Jika dari arah Buahbatu bisa melalui Jalan Pelajar Pejuang 45 ke arah Jalan Gatot Subroto. Sebelum perempatan Jalan Martanegara-Lodaya belok kanan.

Selalu Antre

Untuk membuktikan betapa mi kocok Mang Dadeng banyak yang menyukai silakan datang saja pada saat waktu makan siang, atau pada hari libur, dijamin terjadi antrean. Kadang setelah lama antre pengunjung gagal mendapatkan mi kocok spesial khas Mang Dadang yang melegenda itu.

Mi kocok Mang Dadeng yang laris manis ini terdiri dari mi rebus dan dikocok, ditambah urat atau kikil sapi, sayuran tauge, daun bawang, bawang goreng dan jeruk nipis beserta kuah kaldu sapi. Yang istimewa adalah potongan kikil dari kaki sapi, dan sumsum sapi. Kikil yang digunakan empuk, kenyal dan tebal. Untuk mi kocok spesial sumsum sapinya disajikan lebih banyak ketimbang yang biasa. Keistimewaan lainnya pengunjung bisa menyantapnya dengan kerupuk aci.

Harga untuk seporsi mi kocok biasa Rp 18.000, sedangkan untuk mi kocok spesial berharga Rp 21.000. Harga tersebut bisa saja tidak sama karena bisa saja pengelola mi kocok Mang Dadeng telah mengubahnya. Mi kocok Mang Dadeng buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB. *

Mie Kocok Mang Dadeng

  • Berdiri pada 1958.
  • Bumbu spesial yang diracik ternyata mengandung 27 rempah-rempah.
  • Kedai mi kocok ini berada di Jalan Banteng 67 (sekarang Jalan KH. Ahmad Dahlan).
  • Harga untuk seporsi mi kocok di kisaran Rp. 20.000-25.00
  • Mi kocok Mang Dadeng buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB.