Menjajal Kelezatan Sate Padang Badano

JIKA ingin sate Padang sekali-sekali jalan-jalan ke Jalan Martanegara, Turangga. Di sana ada kedai sate padang yang sudah termasyur kelezatannya. Tepatnya di pertigaan Jalan Martanegara-Turangga. Kedai tersebut tepat berada di depan warung serba ada di sana.

Namanya Sate Padang Badano. Warna rodanya khas berwarna kuning kombinasi merah. Dari jalan roda tersebut bisa terlihat karena warnanya yang mencolok. Tempatnya menggunakan tenda terpal bewarna merah.

Sate Padang Badano Jalan Martanegara Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Sate Padang Badano Jalan Martanegara Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Di sini penikmat sate bisa memesan sate padang hanya dagingnya saja, atau jeroannya saja. Harga satu porsi Sate Padang ini berkisar Rp. 20.000-Rp. 25.000. Pengunjung bisa menyantapnya di sana atau membawanya pulang.

Sate Padang Badano biasanya mulai banyak didatangi pengunjung pada saat makan malam. Pengunjung penikmat sate Padang terpaksa harus antre untuk mendapatkan satu porsi. Namun, untungnya, pelayanan yang cepat tidak membuat pengunjung menjadi bosan atau bete.

Antre rada lama langsung terbayar setelah mencicipi lezatnya sate ini. Kuahnya yang terasa pas membuat puas para pengunjung. Di meja yang ditata dalam tenda, penikmat sate bisa menyantap sate dengan kerupuk dan keripik balado yang telah disediakan.

Halaman yang sempit di depan kedai sate itu, dan jarak tenda yang tidak terlalu jauh dari bahu jalan membuat parkir kendaraan sedikit sulit. Apalagi untuk kendaraan beroda emapat.

Sekedar informasi Sate Padang terdiri dari tiga jenis, yakni Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Pembedanya adalah kuahnya. Sate Padang Panjang kuahnya berwarna kuning, sedangkan sate Pariaman berkuah berwarna merah. Rasa kedua jenis sate berbeda. Adapun Sate Padang adalah perpaduan rasa sate Pariaman dan sate Padang Panjang.

Selain Sate Padang Badano, di Bandung masih banyak kedai sate Padang yang jadi buruan penikmat sate dari Sumatra Barat ini, seperti Sate Serasi Padang di Jalan Dipati Ukur, tak jauh dari Kampus Unpad lama. Sate di Jalan Terusan Jakarta No. 104 juga patut dicoba. Sate Padang “Bagindo” Cafe “Warung Sepoeloeh” Jl. Waas No 10 Batununggal Bandung.

Di kawasan Sumbersari, kawasan Pasirkoja, terdapat Sate Padang Chaniago. Sate Padang Ajo Pariaman di Jalan Margacinta No. 15 Buah Batu. Kemudian Sate Padang Bu Mus di Jalan Buahbatu No. 182. *

Sate Padang Lezat Selain Sate Padang Badano

Versi Infobandung.co.id

  • Sate Padang Centrum di Jl. Belitung (sebelah SMAN 5)
  • Sate Padang DT di Jl. Geger Kalong Girang
  • Sate Padang Gramedia di Jl. Merdeka (depan toko buku Gramedia)
  • Sate Padang Mak Syukur di Jl. Gatot Subroto No. 201-203
  • Sate Padang Sagolid di Jl. Geger Kalong Hilir (Depan Polsek Sukasari)

Menikmati Sate HM Harris di Simpang Lima

MASIH membahas sate. Kali ini sate yang tidak kalah lezatnya dari sate lain. Sate ini dekat dengan di simpang lima. Orang Bandung menyebutnya sate HM Harris. Soal kepopuleran, sate ini juga tidak kalah dengan sate-sate yang beredar di kota ini.

Kedai Sate HM Harris berad di pojok simpang lima, Jalan Asia Afrika Bandung. Kedai sate ini buka 24 jam. Pada malam hari, pengelola kedai ini harus membuat tenda tambahan di halaman karena saking banyaknya pengunjung.

Sate H. M. Harris di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Sate H. M. Harris di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Memang hampir setiap malam, pengunjung yang ke sana selalu harus rela antre untuk mendapatkan bagian kursi. Jika tidak di tenda, para pengunjung menikmati kelezatan sate di dalam kedai tersebut. Parkir kendaraan kadang harus menggunakan bahu Jalan Asia Afrika.

Tenda-tenda itu dicopot kembali pada pagi hari karena pada siang hari pengunjung tidak sebanyak pada malam hari. Pengunjung yang datang siang hari ke sana bisa menikmati gedung bersitektur laman di kedai itu.

Uniknya sate di sini tersedia dua macam sate daging kambing, yakni yang tidak berlemak dan berlemak. Yang jelas daging kambing di sini rasanya empuk, dan tidak berbau. Penikmat sate juga bisa menyantap sate ginjal atau sate ati. Tinggal pesan saja.

Sate H M Harris menggunakan bumbu kacang dan bumbu kecap. Bumbu kecap yang disajikan diberi irisan cabe rawait, bawang merah dan tomat. Saat penyajian sate di sini disimpan di atas hotplate. Hotplate itu bisa menjaga kehangatan sate yang disajikan.

Kedai H M Harris tak hanya menyediakan sate, tetapi ada juga gulai. Gulai di sini penyajiannya cukup kental, dan manis. Potongan daging sedikit berlemak menambah kelezatan gulai khas kedai ini. Jangan lewatkan juga acar timun yang telah tersedia di meja.

Saat kampenya pemilihan presiden, Koalisi Merah Putih (KMP), sempat berkunjung ke sini. Prabowo sebagai calon presiden bersama Aburizal Bakrie pernah melahap sajian Sate H M Harris ini. Prabowo memesan sate 700 tusuk untuk rombongan yang dibawanya. “Luar biasa enak. Saya juga tidak ada pantangan,” ucap Prabowo di sela-sela santap malam. *

Menu Sate HM Harris

  • Sate daging kambing tidak berlemak
  • Sate daging kambing berlemak
  • Sate ginjal
  • Sate ati
  • Gulai

Bahan Tulisan: http://regional.kompas.com/read/2014/06/04/2025581/Datang.ke.Bandung.Prabowo.Pesan.Sate.Kambing.700.Tusuk.

http://www.banyumurti.net/2012/05/kuliner-bandung-sate-dan-gule-kambing.html#ixzz3Yxk00jjR

Sate Pak Gino yang Lezat

SATE ini termasuk salah satu kedai sate yang paling dicari di Kota Bandung. Namanya Warung Sate Sidareja Pak Gino. Posisinya berada di Jalan Sunda tidak jauh dari Yogya Dapartement Store. Kedainya tepat di sebelah rel, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umur (SPBU). Yang paling dicari di sini adalah sate daging kambing.

Meski sate daging kambing yang menjadi menu favorit di kedai ini, jangan melupakan sate daging sapi dan sate ayam. Kedua sate ini tak kalah lezat. Di sini juga tersedia sate buntel. Sate-sate tersebut semakin lezat karena dalam penyajiannya menggunakan hotplate yang menjamin kehangatannya.

Warung Sate Sidareja Pak Gino. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Warung Sate Sidareja Pak Gino. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Yang ingin menikmati hidangan selain sate di sini bisa menyantap kambing guling, gulai tulang, tongseng kambing, tongseng daging sapi, nasi goreng kambing, dan aneka minuman menyegarkan. Semua hidangan tersebut harganya berada di kisaran 10.000 hingga 40.000.

Di warung ini tersedia meja panjang dan kursi-kursi terbuat kayu. Kondisi itu memungkinkan penggemar sate bisa datang rombongan ke sana.

Pemilik kedai ini Pak Gino. Sebelum memiliki kedai seperti sekarang, Pak Gino harus melalui hari-hari yang melelahkan. Dia sempat bekerja di sebuah warung sate khas Klaten di Bandung.

Pada 1978 Pak Gino memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Awalnya dia berdagang di tenda bongkar pasang yang menyediakan 1-2 meja. Warung itu buka pada pukul 17.00 – 24.00 WIB.

Warung Sate Sidareja Pak Gino terus berkembang hingga akhirnya membuka kedai di tempat sekarang yang bisa menampung kira-kira 150 pengunjung. Pak Gino semakin bebas membuka warungnya. Kini Warung Pak Gino dibuka pada pukul 09.00-24.00 WIB.

Mengapa warung ini menggunakan Sidareja? Ternyata bukan asal sate yang dibuat Pak Gino berasal dari Sidareja. Sate yang dijajakan dia adalah sate khas Klaten. Kalau pun ada nama Sidareja dalam nama warung Pak Gino karena Pak Gino berasal dari sana.

Warung Sidareja Pak Gino tidak hanya ada di Jalan Sunda No 76, tetapi juga membuka cabang di Jalan Jakarta No. 28 Bandung, Jalan Ahmad Yani No. 361, dan di Jalan Supratman No. 104. Untuk layanan pesan antar bisa telepon ke nomor telepon (022) 4222352. *

Menu di Warung Sate Sidareja Pak Gino

  • Sate daging kambing
  • Sate daging sapi
  • Sate ayam
  • Kambing guling
  • Gulai tulang
  • Tongseng kambing
  • Tongseng daging sapi
  • Nasi goreng kambing
  • Aneka minuman menyegarkan

BAHAN SEBAGIAN DIAMBIL DARI:
http://news.detik.com/read/2008/04/02/083646/916878/489/2/aneka-rasa-olahan-kambing-di-war ung-pak-gino

Mantapnya Menyantap Sate Hadori

SATU di antara satai (sate) yang enak di Kota Bandung adalah Sate Hadori. Sate ini sudah terkenal ke mana-mana. Kedai sate ini berada di Kompleks Terminal St Hall Jalan Kebonjati. Jarang ada orang yang tak kembali lagi ke sana setelah mencicipi lezatnya sate untuk kali pertama.

Untuk ke Sate Hadori, pengunjung bisa melalui Jalan Kebonjati. Dari sana tinggal belok kiri ke arah terminal. Kedai Sate Hadori berada di pojok terminal. Dari kejauhan biasanya sudah terlihat orang yang sedang memanggang sate. Bahkan harumnya sate sudah bisa tercium dari beberapa meter sebelum kedai tersebut.

Sate Hadori di Kompleks Terminal Stasiun Hall Kebonjati Kota Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Sate Hadori di Kompleks Terminal Stasiun Hall, Jalan  Kebonjati, Kota Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Setelah sampai di depan kedai, pengunjung bisa memarkir kendaraan persis di depan kedai, atau bisa juga di luar kompleks terminal kemudian berjalan ke sana. Di dalam kedai sudah tersedia deretan kursi, jika tidak sedang penuh, bisa memilih meja yang dikehendaki. Tatapi biasanya kalau malam hari meja-meja sudah penuh terisi.

Yang menarik, selain bisa menyaksikan pembakaran sate di luar kedai, di salah satu sudut kedai pengunjung bisa melihat seorang karyawan Sate Hadori sedang memotong daging kambing yang menggantung, kemudian diiris untuk dijadikan sate. Pemandangan tersebut menjadi daya pikat kedai sate ini.

Dari sederetan nama-nama terkenal yang pernah berkunjung ke sini adalah Politikus Golkar Agung Laksono. Sarwono Kusumaatmadja dan almarhum Soedharmono (mantan wapres era Soeharto), juga disebut-sebut pernah ke sini. Satu lagi yang konon pernah ke Sate Hadori adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Sate Hadori memiliki perjalanan yang panjang sebelum diakui kelezatannya oleh penggemar sate. Konon, dalam blog-blog kuliner yang beredar, sate ini sudah berjualan pada masa penjajahan Jepang. Pendiri sate ini Inung dan Una sudah berdagang sejak mengungsi.

Sebelum buka kedai sate di Bandung, mereka membuka dua kios di Pasar Baru Garut. Pada 1940-an, itu, satu kios digunakan untuk berjualan sate. Dari Garut kemudian mengungsi ke Bandung. Di kota ini mereka berjualan sate di Tegallega sekitar tahun 50-an.

Dari Tegallega Inung pindah berjualan ke Terminal Stasiun Hall. Saat itu Terminal Stasiun Hall masil terminal bus. Inul berdagang sate bukan di kedai, tetapi menggunakan roda. Sate Inung mendapat sambutan antusias. Banyak pembeli yang ingin mencicipi sate buatan Inung ini.

Akhirnya Inung membeli kios dari kawannya di terminal tersebut. Pada 1992, Inung meninggal dunia. Anak mereka Hadori meneruskan usaha ini. Pada 1990 Hadori meninggal dunia dengan meninggalkan empat orang putranya. Wawan sebagai putra pertama melanjutkan usaha turun temurun ini.

Sate Hadori bisa dinikmati juga di Trees Cafe Jalan Bungur No. 1 Sukajadi. Kemudian di Jalan Leumah Neundeut (Depan Hotel Garden Permata), dan di Surya Sumantri. *

Sate Hadori Ada di Mana Saja

  • Kompleks Termanal Stasiun Hall Jalan Kebonjati
  • Trees Cafe Jalan Bungur No. 1 Sukajadi
  • Jalan Leumah Neundeut (Depan Hotel Garden Permata)
  • Jalan Surya Sumantri

Hebat, Sekarang Ada Bandros Green Tea

BUKAN hanya kue cubit yang ada rasa green tea-nya, tapi sekarang ada juga bandros rasa green tea. Bahkan ada bandros rasa cokelat keju, dan sebagainya. Yang pasti peganan khas orang Sunda ini semakin banyak variannya. Sekarang bandros tidak hanya tersedia dalam rasa asin  plus kelapa saja.

Bandros adalah makanan tradisional yang dijual berkeliling oleh pedagangnya. Ada yang menggunakan pikulan, ada juga yang menggunakan roda. Biasanya pedagang roda berjualan di tempat-tempat ramai, atau di depan sekolah-sekolah dasar.

Bandros 2 Rasa Jalan Terusan Buahbatu Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Bandros 2 Rasa Jalan Terusan Buahbatu Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Bandros enaknya dimakan saat hangat. Biasanya peganan ini dimakan dicocolkan pada gula pasir, atau saus yang pedas. Untuk menambahkan kenikmatan bisa disantap sambil menyeruput teh atau kopi hangat. Bandros adalah peganan yang kerap dikonsumsi pada pagi hari.

Bandros adalah peganan yang berbahan utama tepung beras. Adapun bahan pendukungnya adalah  santan, daun pandan, garam, kelapa parut kasar, telur yang  dikocok, dan air.

Dalam pembuatannya sebagian tepung beras, santan, daun pandan dan garam direbus bersama-sama. Sambil diaduk hingga mengental. Adonan yang mengental ditambahkan sisa tepung beras dan kelapa parut.

Jangan lupa sebelum dicampurkan tepung beras dan kelapa parut diaduk terlebih dahulu. Memasukkan juga telur yang sudah dikocok dan air sedikit-sedikit sambil terus diaduk secara merata.

Adonan yang sudah jadi masukkan ke dalam cetakan. Jangan lupa cetakannya dipanaskan terlebih dahulu. Cetakan bandros bentuknya sama dengan cetakan kue pukis. Untuk menambah variasi taburi bagian atas adonan dengan cokela, keju, atau yang lainnya. Terakhir cetakan sebaiknya ditutup hingga bandros benar-benar matang.

Pedagang bandros di Kota Bandung yang banyak dicari orang terdapat di Cisangkuy. Bandros tersebut lebih dikenal dengan sebutan bandros gaul. Bandros gaul terdiri dari berbagai macama rasa seperti bandros rasa keju, bandros cokelat dan juga bandros susu.

Di seberang gedung Telkom Japati, Bandung, ada bandrod Hebab yang buka pada 18.00 hingga 24.00. Namanya bansros Hebab. Di sini juga banyak ragam bandros, seperti  bandros manis, yang terdiri dari rasa original, cokelat, pisang susu, keju susu, keju cokelat, keju pisang, cokpis, hingga cokpis keju.

Adapun untuk  bandros asin  terdiri dari rasa original, oncom, telur, kornet, sosis, ayam, keju, dan  beragam kombinasinya yang mencapai lebih dari 20 jenis.

Di kawasan Lengkong Kecil ada  Dynos Bandros yang menjual bandros green tea, keju, dan biskuit. Untuk bandros asin, Dynos Bandros menyediakan bandros telur, sosis, baso dan sebagainya.  Kedai ini buka setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 19.00-00.00 WIB.

Di Jalan Terusan Buahbatu dekat pintu masuk ke Buahbatu Regency juga ada. Bandros 2 Rasa ini hanya buka pada pagi hari. Harnya Rp 2.500. Sambil menikmati bandros di tepi jalan sekalian bisa melihat kemacetan lalu lintas di sana yang selalu macet setiap pagi dan sore. *

Bandros di Bandung

  • Bandros  Cisangkuy  atau Bandros Gaul
  • Bandros di seberang gedung Telkom Japati, Bandung, yang buka mulai pukul 18.00 hingga 24.00. Namanya bansros Hebab.
  • Dynos Bandros di kawasan Lengkong Kecil
  • Bandros 2 Rasa di Jalan Terusan  Buahbatu, buka pada pagi hari. Harganya Rp 2.500
SUMBER: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Bandros

Menikmati Bubur Andir di Jalan Sudirman

ORANG Bandung yang doyan bubur pasti sudah tahu bubur ini. Tukang bubur yang berlokasi di dekar Pasar Andir ini memang sudah beken ke mana-mana. Tak hanya orang biasa yang sering mencicipi bubur kaki lima ini, tapi para pejabat dan artis pun ada.

Tukang bubur yang dikenal dengan sebutan Bubur Andir ini tempatnya tidak lah istimewa. Hanya menempati trotoar sebuah bangunan bercat hijau di kawasan Jalan Sudirman dekat Pasar Andir. Sebuah roda tampak sederhana berada di bagian depan tenda berwarna cokelat. Pengelola bubur ini siap melayani pembali secara sigap.

Bubur Andir alias Bubur Pa' Otong di Jalan Sudirman, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com serbabandung
Bubur Andir alias Bubur Pa’ Otong di Jalan Sudirman, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com serbabandung

Para pegunjung harus bersabar menunggu duduk di kursi plastik berwarna merah yang berjejer di dekat meja panjang yang disediakan. Penikmat bubur ini harus bersabar karena setiap malamnya peminat banyak yang berdatangan.

Bubur ini dalam penyajiannya sedikit berbeda dengan bubur-bubur yang biasa dijual. Topping-nya tidak selengkap bubur yang lain. Tetapi justru itu daya tarik penikmat bubur. Bubur Andir hanya menyediakan ayam suwir ayam, potongan cakueh, kecap asin, dan sambal, untuk melengkapi nikmatnya bubur.

Bubur lain yang biasa dijual di kota ini dalam penyajiannya selalu dilengkapi ayam suwir, potongan cakue, kerupuk, bawang goreng, seledri, kecap asin, kecap manis, sambal, emping, kacang kedelai, merica, irisan telur rebus, dan ati empela.

Bubur Andir sudah ada sejak 1947. Pemiliknya Hadon. Dia tadinya berjualan dengan cara dipanggul. Jadwal jualannya pada pukul 01.00 disesuaikan dengan pekerjaan para pelanggannya yang menyiapkan lapak jualan pada dini hari. Sebagian besar palanggan Hadon memang para pedagang di Pasar Andir.

Bubur hadon yang dianggap lezat oleh para pembelinya mulai terkenal ke luar kawasan Andir. Pembeli yang berdatangan pun mulai ada yang dari luar Andir. Permintaannya yang semakin banyak membuat Hadon berpikir untuk membuat roda sederhana, dan memilih tempat di tepi Jalan Sudirman, tapi masih dekat Pasar Andir.

Bubur Andir terus berkembang. Pada 1995, pengelolaan diambil alih putranya, Otong. Sejak itu nama buburnya menjadi “Bubur Ayam Pa’ Otong”. Spandung besar hijau muda menempel di latar belakang roda bertuliskan “Bubur Ayam Pa’ Otong” besar sekali. Spanduk itu memudahkan bagi siapa pun yang ingin mencicipi bubur ayam hangat saat malam hari.

Bubur Andir atau Bubur Otong sejak dikelola Otong bukanya lebih awal, yakni mulai pukul 17.00. Namun Otong sebagai penerus tetap mempertahankan rasa bubur warisan ayahnya yang lezat.

Kalau mau, sebaiknya malam ini langsung meluncur ke Jalan Sudirman Kota Bandung. *

Bubur Ayam Andir atau Pa’Otong

  • Berdiri sejak 1947
  • Pemiliknya bernama Hadon
  • Awalnya jualan pada pukul 01.00
  • Pada 1995, pengelolaan diambil alih putranya, Otong
  • Nama buburnya menjadi “Bubur Ayam Pa’ Otong”

Bahan Tulisan
http://m.detik.com/news/read/2008/05/08/082355/1048932/670/1/bubur-pak-otong-tetap-lezat-di-tengah-tumpukan-sampah, @buburPak_Otong

Seporsi Bubur Kasmin Bikin Kenyang

SEMUA orang sudah pasti tahu dan pernah merasakan bubur ayam. Bubur ini banyak yang menjualnya baik yang kaki lima, kedai, warung, restorang, atau bahkan restoran. Soal harga dan rasa tentu saja berbeda-beda. Tetapi kadang justru yang di kaki lima yang rasanya benar-benar menendang.

Di Kota Bandung pun ada beberapa tempat yang menjajakan bubur ayam. Tengok saja di kawasan Sudirman. Di sana ada beberapa jongko kaki lima yang spesialis menjual bubur. Satu di antaranya yang populer dan sudah lama berjualan adalah bubur Capitol.

Bubur Kasmin atau Capitol di Jalan Kasmin, Kawasan Sudirman Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Bubur Kasmin atau Capitol di Jalan Kasmin, Kawasan Sudirman Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Jongko Bubur Capitol berada di Jalan Kasmin. Jalan Kasmin adalah sebuah jalan yang bisa tembus dari Jalan Cibadak ke Jalan Sudirman. Jalannya tidak besar hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat.

Namanya yang mentereng mencomot nama Capitol, kantor Kongres Amerika Serikat di Washington D.C. ini karena dulunya penjual bubur ini berjualan di depan bioskop Capitol di Jalan Sudirman. Bioskop ini sudah tidak ada karena lahannya menjadi pusat bisnis.

Bubur Capitol pindah ke Jalan Kasmin pada 1990-an. Karena berjualan di Jalan Kasmin, penggemar bubur di kota ini kemudian menyebutnya bubur Jalan Kasmin. Pengelolanya juga akhirnya mengganti nama bubur Capitol menjadi bubur Kasmin pada 2010. Tapi di rodanya tetap ada tulisan “Bubur Capitol”.

Soal rasa tentu saja tidak berubah. Bubur ini tetap mempertahankan cita rasa yang telah dikenal oleh penggemarnyma. Rupanya tempat dan pergantian nama tidak mempengaruhi perkembangan bubur ini. Bubur Kasmin masih tetap dicari hingga sekarang.

Dalam page facebook, pengelola bubur Kasmin memberi garansi buburnya tetap memakai racikan dan bumbu jaminan mutu. “Rasanya tidak berubah masih seperti dulu tetap enak. Silakan dicoba deh,” begitu dalam info di page facebook mereka.

Bubur Kasmin adalah bubur ayam khas Bandung yang terlihat encer. Topping-nya terdiri dari suwiran daging ayam, ati ampela, telur rebus, kacang kedelai, bawang goreng, kerupuk dan emping. Bubur Kasmin buka pada malam hari.

Harga bubur Kasmin Rp. 16.000 per porsi. Sedangkan setengah porsi Rp 12.000. Tidak murah memang. Harga tersebut seperti yang terlihat dalam daftar harga pada Senin (28/9/2015). *

Bubur Kasmin

  • Harga seporsi Rp. 16.000
  • Setengah porsi Rp. 12.000
  • Jalan Kasmin berada di Kawasan Cibadak dan Sudirman