Serba Rasa Serabi Bandung

SERABI Badung memiliki ciri khas di atasnya ditaburi oncom. Taburan oncom tersebut menyerupai sambal oncom yang rasanya bisa pedas bisa juga tidak. Selain itu rasanya ada terasa manis-manisnya. Kombinasi ini sangat melezatkan jika disantap bareng segelas kopi atau teh pada pagi hari.

Selain oncom, ada serabi yang tanpa taburan apapun. Serabi ini disimpan dalam mangkuk yang dibubuhi kinca (kuah manis yang terbuat dari gula merah). Cara makannya bisa pakai tangan atau menggunakan sendok.

Serabi Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Serabi Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Khasnya lagi bagian bawah serabi yang menghitam karena pembakaran. Bagian ini kadang menjadi favorit bagi sebagian penikmat serabi. Bagian ini lebih keras dari bagian lain. Rasanya sedikit pahit.

Serabi sekarang bukan lagi sekadar makanan kaki lima yang mengenyangkan. Peganan khas Jawa Barat ini telah naik kelas menjai menu yang ditawarkan di kafe-kafe, restoran, atau bahkan di hotel-hotel.

Rasanya yang tadinya hanya serabi kinca (manis) atau serabi yang ditaburi oncom, kini semakin bervariasi. Serabi sekarang topping-nya bermacam-macam bervariasi dengan makanan-makanan dari mancanegara seperti keju, cokelat butir, telur atau yang lainnya.

Bahkan di sebuah kedai serabi di Jalan Setiabudi menawarkan 27 varian rasa, ada rasa stroberi, rasa ayam, rasa telur, rasa cokelat, dan lain-lain. Kedai serabi ini disebut-sebut sebagai pelopor pembuat serabi aneka rasa.

Serabi di Jalan Cikutra, dekat Pasar Cikutra, di sini menjual tiga rasa yakni serabi polos, serabi oncom, dan serabi telur. Serabi telur juga dijual di Jalan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Serabi telur adalah serabi yang topping-nya satu butir telur yang diceplokkan ke serabi yang lagi dimasak.

Harga serabi di kaki lima biasanya berada di kisaran Rp 2.000-3.000. Kalau yang topping-nya menggunakan telur harganya lebih mahal bisa mencapai Rp 5.000-Rp 6.000.

Serabi terbuat dari tepung beras dicampur parutan kelapa. Serabi dimasak/dipanggang di penggorengan yang terbuat dari keramik. Apinya bukan berasal dari kompor gas atau minyak melainkan dari suluh dari kayu. *

Serabi di Bandung

  • Serabi Jalan Setiabudi
  • Serabi di Jalan Cikutra, dekat Pasar Cikutra
  • Serabi di Jalan Bojongsoang
  • Serabi di Jalan Rajamantri Kaler

Kalau ada yang ingin menambahkan serabi lezat lainnnya silakan isi boks komentar di bawah ini.

Sajian Serba Jengkol di D’jengkol Cafe Resto

TAK semua orang memang yang suka jengkol. Bagi orang yang tidak suka polong-polongan ini tentu akan menjauhinya karena baunya yang menyengat. Tapi, tidak bagi yang menyukainya, bau jengkol adalah sensasi ketika memakannya. Bahkan yang fanatik tiada makan tanpa jengkol.

Banyak olahan yang membuat jengkol tak. hanya dimakan mentah-mentah. Semur jengkol misalnya. Makanan khas Sunda dan Betawi ini sangat disukai penggemar jengkol. Semur ini banyak dijual di restoran-restoran, terutama yang menjuala masaka khas sunda.

D’jengkol Cafe Resto  di  Jalan Banteng (KH. Ahmad Dahlan) No. 50, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
D’jengkol Cafe Resto di
Jalan Banteng (KH. Ahmad Dahlan) No. 50, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain semur ada juga rendang jengkol. Kalau yang ini sudah pasti berasal dari Sumatra Barat. Rendang adalah masakan bercita rasa pedas yang biasanya sebagai bahan utama daging. Namun untuk yang satu ini bukan daging sebagai bahan utamanya melainkan jengkol yang dimasak menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah.

Selain kedua makanan berbahan jengkol yang disebutkan di atas masih banyak lagi menu yang bahan utamanya menggunakan jengkol, di antaranya jengkol balado, sambal jengkol, dan kerupuk jengkol. Bahkan jengkol bisa dikonsumsi mentah-mentah yang cara memakannya dicocolkan ke sambal seperti sambal terasi.

Untuk membuat makanan serba jengkol tersebut tentu repot. Selain harus belanja bahan-bahan ke pasar atau supermarket, juga memasaknya butuh cukup waktu. Belum lagi bagi yang coba-coba belum tentu lezat masakannya.

Nah untuk mendapatkan itu semua tanpa harus berlelah-lelah untuk memasaknya ada restoran yang khusus menyajikan menu serba jengkol. Namanya D’jengkol Cafe Resto. Lokasi D’jengkol Cafe Resto di Jalan Banteng (KH. Ahmad Dahlan) No. 50.

Kafe ini kurang lebih 100 meter di seberang Lapang Lodaya sebelum perempatan Bursa Buku Palasari. Kafe yang memiki moto memasyarakatkan jengkol dan menjengkolkan masyarakat ini buka mulai pukul 11.00-20.30.

D’jengkol Cafe Resto melayani delivery order untuk wilayah kota Bandung. Layanan ini diberikan bagi yang memesan sedikitnya Rp.50.000. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim. Pemesanan luar kota bisa dilayani jika pre order maksimal sehari sebelumnya dan harus memesan minimum 2 porsi. Pesanan akan dikirim keesokan harinya.

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/
http://djengkol.com

Restoran Serba Jengkol di D’jengkol Cafe Resto

Jalan Banteng (KH. Ahmad Dahlan) No. 50
(022) 7305756
0813 2001 7881
0812 9321 3517

Cocolan Lezat Batagor H Isan

BAKSO tahu goreng (batagor) saat disajikan biasanya dipotong-potong kecil. Dari satu batagor bisa menjadi 3 sampai empat potongan. Tapi, di sini cara penyajiannya berbeda. Batagor dibiarkan begitu saja. Batagor dalam bentuk satuan dinikmati pengunjung dengan mencocolkanya ke saus kancang yang tersedia di mangkuk.

Batagor yang dimaksud adalah Batagor H Isan. Batagor ini konon sudah lama berjualan di Kota Bandung. Beberapa blog kuliner menyebutkan batagor sudah ada pada 1970-an. Pemmilik dan pelopornya adalah Bapak H Isan.

Batagor H iSan Jalan Lodaya Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Batagor H iSan Jalan Lodaya Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Di Batagor H Isan juga tersedia batagor pilihan lain, yakni batagor kuah. Batagor ini disajikan dalam mangkuk yang diseduh kaldu panas yang harum. Untuk menambah kelezatan dalam mangkunk tersebut ditambahkan beberapa bakso.

Batagor di sini juga menyediakan batagor yang siap dibawa pulang untuk dijadikan buah tangan bagi wisatawan. Dalam kemasannya bumbu kacangnya dibungkus terpisah dengan batagor dalam keadaan kering. Hal itu agar batagor tidak cepat basi. Bumbu tersebut bisa langsung diseduh air ketika sampai di rumah.

Apa resep batagor Isan? Ternyata tahunya terbuat dari tahu pilihan yang dipadu adonan ikan tenggiri segar. Potongan tahu dan siomay cukup besar. Bumbu kacangnya menambah rasa lezat batagor ini.

Beberapa blog kuliner menyebutkan H Isan tadinya tidak berniat berjualan batagor. Awalnya dia berjualan bakso tahu. H Isan yang merantau dari Purwokerto berjualan bakso tahu berkeliling di Gang Situ Saeur, Kopo, Bandung.

Bakso tahu Isan ternyata banyak tersisa. Agar tidak basi dan terbuang percuma, dia menggoreng, kemudian dibagikan kepada tetangga-tetangganya. Ternyata bakso tahu goreng itu banyak direspon. Tetangganya banyak yang meminta kembali bakso tahu goreng tersebut.

Pengalaman H Isan yang tidak sengaja itu membuatnya berpikir untuk membuat bakso tahu goreng yang kemudian disebut batagor oleh orang Bandung. Isan mengawalinya dengan mengontrak kedai di Gang Situ Saeur, Kopo, Bandung.

Usahanya yang tambah berkembang membuat Isan memutuskan untuk membuka kedai lebih besar di Jalan Bojongloa No. 38 pada 1985. Gerainya terus bertambah, tak hanya ada di Jalan Bojongloa, tetapi menyebar ke pelosok kota Bandung.

Batagor Isan melayani pembelian jumlah banyak. Peminat bisa memesannya ke Jalan Bojongloa lewat nomor telepon 0816624382. *

Batagor H Isan di Bandung

  • Jalan Bojongloa No. 38
  • Jalan Ibu Inggit Ganarsih No. 53
  • Jalan Lodaya No. 85
  • Jalan Cikawao No. 27A Telepon 081572446688.
  • Jalan Margacinta dekat BRI
  • Depan Pujasera Margahayu
  • Jalan M. Toha dekat PT Inti
  • Jalan Terusan Cibaduyut dekat SPBU
  • Jalan Setiabudi
  • Food stall di Gerobak Bandung Giant Pasteur

Pedagang Kue Basah di Jalan Buahbatu

DI mana membeli kue basah di Bandung? Jalan Buahbatu menjadi sebuah pilihan. “Pasar” kue basah yang buka tiap pagi ini sudah mulai terkenal ke seantero kota ini. Bahkan tak hanya warga Bandung saja yang mengenal, tapi juga warga dari kota lain.

Para pedagang kue basah ini menjajakan kuenya di halaman bekas supermarket di sana. Pada 1980-an memang di sana pernah ada supermarket bernama Trina. Supermarket ini merupakan satu-satunya toko terlengkap di kawasan Buahbatu yang saat itu masih sepi.

Beragam kue basah. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Beragam kue basah. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Setelah Trina tutup, bangunan supermarket ini sempat digunakan untuk Toserba Hero. Namun Toserba ini pun tutup, dan sampai sekarang bangunan itu bagian dalamnya terbengkalai, sedangkan halamannya digunakan oleh pedagang kaki lima, termasuk pedagang kue basah.

Kue-kue yang dijual bisa disajikan dalan hajatan, ulang tahun, acara lain, atau hanya sekadar untuk mencicipi. Di sini segala macam kue, yang basah maupun kering tersedia. Enaknya di sini bisa membeli satuan ataupun partai banyak.

Pedagang kue mulai menjajakan dagangnya pukul 06.00.Tetapi biasanya sebelum pukul 06.00 pun orang yang berdagang dan yang membeli sudah memenuhi tempat tersebut. Para pengunjung jangan datang terlalu siang karena pasar kue ini hanya buka hingga pukul 10.00. Kecuali pada Minggu, waktu bukanya bisa lebih lama.

Kue-kue yang dijual di sini di antaranya bakwan, risoles, leupeut (lontong), kue lumpur, nagasari, dadar gulung, apem, lemper, bolu kukus, donat, kue keju, arem arem, pukis, tape goreng, kue lapis, cake, brownies, dan kue basah khas Indonesia lainnya.

Jika penasaran datang saja ke sana. Setiap pagi pasar kue ini selalu terlihat sibuk. Parkir sepeda motor, maupun kendaraan empat selalu memanuhi kawasan tersebut. Begitu para pedagang dan para pembeli di sana. Mereka bertransaksi layaknya di pasar.

Harga kuenya bervariasi. Tergantung kue apa dan jumlahnya. Di sini pembeli bisa menawar dari harga yang telah ditentukan oleh penjual. Pembeli kue di sini tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tetapi untuk dijual di tempat lain. *

Kue yang Dijual di Pasar Kue Buahbatu

  • Bakwan
  • Risoles
  • Leupeut (lontong)
  • Kue lumpur
  • Nagasari
  • Dadar gulung
  • Apem
  • Lemper
  • Bolu kukus
  • Donat
  • Kue keju
  • Arem arem
  • Pukis
  • Tape goreng
  • Kue lapis
  • Cake
  • Brownies

Lokasinya di halaman toko serba ada yang sudah tak terpakai dan Borma depan bank bjb Buahbatu.

Buka hanya pagi mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00. Setiap hari Minggu bukanya lebih lama yakni hingga pukul 10.00.

Bolu Gulung Toko Bawean yang Melegenda

DI mana mencari kue jaman dulu di Bandung? Tak usah bingung, datang saja ke Toko Kue Bawean. Toko ini mempunyai kue-kue cita rasa zaman dulu. Satu di antaranya kue yang sudah melegenda namanya Nougat Roll.

Nougat Roll adalah bolu gulung yang berbahan utama vanilla, fla dan rum. Bolu gulung ini berisi isi fla dibalut nougat kacang karamel di bagian luarnya. Kue ini merupakan kue favorit pelanggan Toko Bawean.

Boomstam & Mocca Boomstam. | Foto baweansweetheart.com
Boomstam & Mocca Boomstam. | Foto baweansweetheart.com

Bolu gulung di sini rasa rumnya menonjol. Tapi ada juga bolu gulung yang tak menggunakan rum. Bolu gulung di sini pun bolunya terkenal lembut. Variannya banyak, misalnya African Roll. Bolu ini bau rumnya sangat dominan. Cokelat dan meses yang membalutnya membuatnya tampil cantik dan rasanya lezat.

Selain jadi favorit penggemar Toko Bawean, bolu gulung telah membawa toko ini meraih penghargaan dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Toko Bawean mendapatkan penghargaan itu karena dianggap menjadi “Pemrakarsa dan Pembuat Bolu Gulung (Nougat Roll) Terpanjang.” Penciptaan rekor terjadi pada September 2006.

Selain bolu gulung, Toko Bawean menjual kue-kue klasik seperti tutti fruity cake, black forest cake, chocolate waffle, Malang layered cake, sweetheart layered cake, macaroni, mocha tart, picnic roll, boomstam & mocha, dan boomstam.

Berkat kue-kue yang merupakan kue yang terbuat dari resep tradisional, toko ini mendapatkan penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, sebagai “Toko Kue Yang Tetap Mempertahankan Resep Tradisional”. Penghargaan tersebut diperoleh pada September 2004.

Toko ini berdiri pada 3 Juli 1946. Tadinya bernama “Sweetheart”, terletak di Jalan Sumatera No. 5 Bandung. Perusahaan keluarga ini dirintis Tedja Kusmana.

Toko kue ini pindah ke jalan Bawean No. 4 Bandung pada 1974. Toko ini terus bertahan di tangan Herdy Kusmana yang meneruskan usaha keluarga ini. Herdy tetap mempertahankan kue-kue jaman dulu.

Pada 1995 toko ini berganti nama dari “Sweetheart” menjadi Toko Kue Bawean pada. Sebelumnya pada 1992 gerai Toko Kue Bawean membuka gerai di jalan L L RE. Martadinata No. 140, Bandung.

Edwin L. Kusmana, putra pertama Herdy, meneruskan usaha ayahnya pada 2002. Di tangan lulusan S2 ini, perusahannya semakin berkembang. Edwin memperkenalkan kue-kue baru, namun tetap memproduksi kue-kue lama.*

Toko Kue Bawean

Jln. Bawean No. 4
Tlp: 022 420 5471 Fax: 022 420 1453
Bandung 40113

Jln. L.L.R.E. Martadinata No. 140
Tlp/Fax: 022 720 4131
Bandung 40114

Jln. Gandapura No. 43
Tlp: 022 421 2229 Fax: 022 421 0229
Bandung 40113

Tempe Goreng Khas Bandung yang Masih Dicari

TEMPE goreng, sale pisang, oncom goreng, masih banyak yang mencari, kendati oleh-oleh Bandung sudah banyak ragamnya. Baik kuliner yang modern, maupun kuliner hasil modivikasi dari makanan tradisional yang sudah lama beredar di kota ini.

Para pedagang oleh-oleh Bandung ini terus bertahan di tempat keramaian, seperti di dekat terminal, stasiun, pasar, dan sekarang pintu jalan tol. Mereka terus berpromosi, kendati harus bersusah payah bersaing dengan makanan-makanan yang belakangan muncul.

Tempat oleh-oleh di Bandung tidak hanya ada di satu tempat, tapi menyebar ke beberapa kawasan, seperti di Pasar Kosambi. Kedai penjual oleh-oleh Bandung ini sudah lama berada di sana. Bahkan sebelum Pasar Kosambi direnovasi seperti sekarang.

Di sana ada 4-5 kedai siap melayani pengunjung yang ingin membawa buah tangan ke daerahnya masing-masing. Bukanya mulai pagi hingga malam. Pedagang oleh-oleh ini berada di bawah Pasar Kosambi tak jauh dari jembatan penyebrangan Cipaera.

Kedai oleh-oleh juga ada di dalam Pasar Kosambi. Tinggal masuk ke pasar meniti tangga menuju kedai oleh-oleh khas Bandung. Kedai ini pun ada di bagian belakang pasar. Salah satunya adalah kios Simanalagi di Blok B1, A15. Di sini tersedia goreng oncom, goreng tempe, sale pisang aneka rasa, dodol Garut, wajit Cililin, tengteng, kremes, opak Conggeang, dan lain-lain.

Kalau penjual oleh-oleh yang dekat terminal berada di dekat Terminal Leuwipanjang. Tak jauh dari terminal tepatnya di Jalan Leuwipanjang berjejer penjual oleh-oleh. Di sini pengunjung bisa langsung menyaksikan proses penggorengan oleh-oleh, seperti kripik tempe, oncom goreng dan yang lainnya.

Pengunjung juga bisa mencicipi oleh-oleh sebelum dibeli. Bahkan langsung dari tempat yang telah disediakan, yakni tempat untuk meniriskan minyak dari gorengan tersebut. Tapi tentu saja setelah mencicipi jangan langsung pergi tanpa membeli apapun dari sana.

Di sini, selain goreng tempe dan oncom tersedia sale pisang, dodol, keripik, ubi, kerupuk, dan lain-lain. Tidak kurang dari 10 macam peganan yang dijajakan. Pengunjung membelinya dengan cara kiloan yang dibungkus dalam plastik.

Penjual peganan khas Bandung juga terdapat di Jalan Cibaduyut. Di sini  pedagang menjajakan  goreng tempe, goreng oncom, sale, dan dodol.

Di Jalan Buahbatu, tak jauh dari pertigaan pintu tol Buahbatu, juga ada penjual camilan serupa. *

Roti Bumbu Cari Rasa di Kosambi

MENCARI roti bumbu? Datang saja ke Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani. Di dekat pasar ini terdapat pedagang roti bumbu yang sudah terkenal. Lokasinya ada di sudut, dekat dengan jembatan penyebrangan Jalan Cipaera. Tak jauh dari pedagang oleh-oleh Bandung.

Namanya kedai roti tersebut adalah Roti Bumbu Cari Rasa. Konon roti inilah yang mulai memopulerkan roti bumbu di Kota Bandung. Sebelum ada roti bumbu di KOta Bandung, kedai roti inilah yang memulai roti dibumbui oleh selai, cokelat, mentega atau yang lainnya.

Roti BUmbu Cari Rasa, Jalan Ahmad Yani, Kosambi Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Roti Bumbu Cari Rasa, Jalan Ahmad Yani, Kosambi, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Kedai Roti Cari Rasa ini cukup besar. Pengunjung tinggal pesan roti yang diinginkan. Kemudian menunggu sebentar di kursi panjang yang telah disediakan. Sebelum pesan pengunjung bisa melihat dulu daftar harga yang menempel di sudut tembok kedai tersebut.

Banyak pilihan roti di kedai ini, ada roti tawar atau roti bumbu campur. Pilihan lainnya ada roti kadet, roti kecil, dan roti besar. Roti ini bisa dibakar maupun roti tanpa dibakar hanya dibumbui saja. Harganya juga relatif terjangkau.

Bagi yang enggan ke Jalan Ahmad Yani, Roti Cari Rasa ini tersebar di seluruh Kota Bandung. Banyak penjual roti yang menjajakan Roti Cita Rasa menggunakan roda. Rotinya dengan yang di Kosambi, ada roti bumbu yang biasa dan yang dibakar.

Untuk roti bumbu biasa terdiri dari roti kadet Rp 5.000, roti kecil Rp 15.000, dan roti besar Rp 30.000. Adapun roti yang dibakar, untuk roti kadet Rp 5.500, roti kecil Rp 16.000, dan roti besar Rp 32.000.

Roti bumbu campur keju biasa ada roti kadet Rp 8.000, roti kecil Rp 23.000, dan roti besar Rp 46.000. Untuk yang dibakar roti kadet Rp 8.500, roti kecil Rp 24.000, dan roti besar Rp 48.000.

Roti keju biasa ada roti kadet Rp 7.000, roti kecil Rp 22.000, dan roti besar Rp 44.000. Untuk yang dibakar roti kadet Rp 7.500, roti kecil Rp 23.000, dan roti besar Rp 46.000.

Roti kornet biasa di antaranya roti kadet Rp 8.000, roti kecil Rp 23.000, dan roti besar Rp 46.000. Roti yang dibakar ada roti kadet Rp 8.500, roti kecil Rp 24.000, dan roti besar Rp 48.000.

Harga-harga tersebut berdasarkan yang tercantum pada Minggu (31/5/2015). Harga-harga itu kemungkinan sudah diubah oleh pengelola roti Cari Rasa. Jika sudah diubah harga-harga tersebut merupakan perkiraan. *

Roti Bumbu Cari Rasa

Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 149, Pasar Kosambi, Bandung. Telp. 022 4239740