Mantapnya Menyantap Sate Hadori

SATU di antara satai (sate) yang enak di Kota Bandung adalah Sate Hadori. Sate ini sudah terkenal ke mana-mana. Kedai sate ini berada di Kompleks Terminal St Hall Jalan Kebonjati. Jarang ada orang yang tak kembali lagi ke sana setelah mencicipi lezatnya sate untuk kali pertama.

Untuk ke Sate Hadori, pengunjung bisa melalui Jalan Kebonjati. Dari sana tinggal belok kiri ke arah terminal. Kedai Sate Hadori berada di pojok terminal. Dari kejauhan biasanya sudah terlihat orang yang sedang memanggang sate. Bahkan harumnya sate sudah bisa tercium dari beberapa meter sebelum kedai tersebut.

Sate Hadori di Kompleks Terminal Stasiun Hall Kebonjati Kota Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Sate Hadori di Kompleks Terminal Stasiun Hall, Jalan  Kebonjati, Kota Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Setelah sampai di depan kedai, pengunjung bisa memarkir kendaraan persis di depan kedai, atau bisa juga di luar kompleks terminal kemudian berjalan ke sana. Di dalam kedai sudah tersedia deretan kursi, jika tidak sedang penuh, bisa memilih meja yang dikehendaki. Tatapi biasanya kalau malam hari meja-meja sudah penuh terisi.

Yang menarik, selain bisa menyaksikan pembakaran sate di luar kedai, di salah satu sudut kedai pengunjung bisa melihat seorang karyawan Sate Hadori sedang memotong daging kambing yang menggantung, kemudian diiris untuk dijadikan sate. Pemandangan tersebut menjadi daya pikat kedai sate ini.

Dari sederetan nama-nama terkenal yang pernah berkunjung ke sini adalah Politikus Golkar Agung Laksono. Sarwono Kusumaatmadja dan almarhum Soedharmono (mantan wapres era Soeharto), juga disebut-sebut pernah ke sini. Satu lagi yang konon pernah ke Sate Hadori adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Sate Hadori memiliki perjalanan yang panjang sebelum diakui kelezatannya oleh penggemar sate. Konon, dalam blog-blog kuliner yang beredar, sate ini sudah berjualan pada masa penjajahan Jepang. Pendiri sate ini Inung dan Una sudah berdagang sejak mengungsi.

Sebelum buka kedai sate di Bandung, mereka membuka dua kios di Pasar Baru Garut. Pada 1940-an, itu, satu kios digunakan untuk berjualan sate. Dari Garut kemudian mengungsi ke Bandung. Di kota ini mereka berjualan sate di Tegallega sekitar tahun 50-an.

Dari Tegallega Inung pindah berjualan ke Terminal Stasiun Hall. Saat itu Terminal Stasiun Hall masil terminal bus. Inul berdagang sate bukan di kedai, tetapi menggunakan roda. Sate Inung mendapat sambutan antusias. Banyak pembeli yang ingin mencicipi sate buatan Inung ini.

Akhirnya Inung membeli kios dari kawannya di terminal tersebut. Pada 1992, Inung meninggal dunia. Anak mereka Hadori meneruskan usaha ini. Pada 1990 Hadori meninggal dunia dengan meninggalkan empat orang putranya. Wawan sebagai putra pertama melanjutkan usaha turun temurun ini.

Sate Hadori bisa dinikmati juga di Trees Cafe Jalan Bungur No. 1 Sukajadi. Kemudian di Jalan Leumah Neundeut (Depan Hotel Garden Permata), dan di Surya Sumantri. *

Sate Hadori Ada di Mana Saja

  • Kompleks Termanal Stasiun Hall Jalan Kebonjati
  • Trees Cafe Jalan Bungur No. 1 Sukajadi
  • Jalan Leumah Neundeut (Depan Hotel Garden Permata)
  • Jalan Surya Sumantri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.