Kupat Tahu Ini Cikal Bakalnya dari Mangunreja

DI Bandung banyak pedagang kupat tahu. Satu di antaranya adalah kupat tahu yang cikal bakalnya berasal dari Mangunreja, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Kupat tahu ini sudah terkenal ke mana-mana karena rasanya.

Untuk mendapatkan seporsi kupat tahu mangunreja ini, penikmat makanan tradisional ini harus pergi ke Tasikmalaya. Kedai Kupat Tahu Mangunreja berada di tepi jalan raya Bandung Tasikmalaya. Posisinya sudah tidak terlalu jauh ke Singaparna jika dari arah Bandung.

Kupat Tahu Gempol, Jalan Gempol Kulon, Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Kupat Tahu Gempol, Jalan Gempol Kulon, Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Namun, jika enggan ke sana, di Bandung ada pedagang kupat tahu yang mengaku cikal bakalnya berasal dari sana. Pemilik kupat tahu Gempol di Jalan Gempol mengaku resep kupat tahu yang kini dijualnya merupakan kupat tahu dari Mangunreja.

“Kupta tahu ini memang cikal bakalnya dari sana. Kebetulan kami memang asli dari sana. Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak dicari,” ujar pemilik tahu Gempol Yayah seperti diungkapkan pada Tribunnews.com, 13 November 2014.

Kupat tahu Gempol juga sudah terkenal ke mana-mana. Kedai kupat tahu yang dekat dengan perumahaan di Jalan Gempol ini kerap dikunjungi wisatawan luar Bandung dan orang Bandung sendiri.

Satu lagi pedagang kupat tahu yang mengaku cikal bakalnya dari Mangunreja adalah Deni. Deni pedagang Kupat Tahu Jembar di Jalan Sekelimus Utara, ini terang-terangan mengaku kupat tahu yang dijualnya adalah kupat tahu Mangunreja.

Deni berjualan dekat rel kereta api yang sudah tidak terpakai. Dia mulai berjualan mulai pukul 06.00 hingga habis. Deni mengaku berdagang kupat tahu sudah 12 tahun. Awalnya, dia tidak menetap di tempat sekarang tapi berkeliling. Kupat tahunya kemudian dia beri nama kupat tahu Jembar.

Deni menjual kupat tahu satu porsinya Rp 6.000. Dia menjamin tahu yang dijualnya tidak mengandung formalin. Dia mengaku membeli tahu langsung dari pabriknya di Cibuntu. “Saya selalu membeli tahu yang tanpa pengawet,” katanya seperti dikutip serbabandung.com, Sabtu (27/06/2015). *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.