Kopi Aroma yang Melegenda

BAGI penikmat kopi, rasanya tidak asing dengan kopi yang satu ini. Kopi ini melegenda dan banyak dicari oleh banyak orang. Ya, namanya Kopi Aroma. Toko dan pabrik kopi ini berada di Jalan Banceuy Nomor 51. Kopi ini sudah tersohor ke mana-mana. Tak hanya orang Bandung, tetapi orang luar Bandung pun banyak yang sengaja membeli kopi yang harumnya sangat menggoda.

Tokonya berada di antara deretan toko-toko onderdil di jalan tersebut. Jika belum biasa ke sana akan sedikit kesulitan untuk menemukannya. Tapi ketika bertanya pada seseorang di kawasan itu sudah tidak akan salah akan menunjukkannya pada sebuah toko yang persis berada di pertigaan Jalan Pecinan Lama dan Jalan Banceuy. Kalau dari arah Alun-alun berada di sebelah kanan.

Kopi Aroma
Pabrik dan Toko Kopi Aroma di Jalan Banceuy Bandung. Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Jalan Banceuy hanya untuk kendaraan yang dari Alun-alun. Jika telanjur memilih jalan dari Jalan Baraga bisa melewati Jalan Suniaraja kemudain berbelok ke Jalan Oto Iskandardinata. Setelah dekat Pasar Baru sebaiknya pelan-pelan dan cari nama Jalan Pecinan Lama. Kemudian belok kiri. Di ujung jalan ini Toko dan Pabrik Kopi Aroma berada.

Tak ada plang di toko itu. Namun di atas bagian depan toko itu ada tulisan Aroma Fabrik-Kopi. Di ruangan depan ada semacam etalase yang memanjang biji-biji kopi. Kemudian di dua sudut ruangan itu ada mesin penggilng kopi. Di bagian lain di tembok ruangan itu tertempel pamflet berwarna merah.

Dalam tulisan di pamflet itu disebutkan bahwa kopi ini  saat proses pembakaran menggunakan kayu karet.
Asap dari pembakaran kayu karet ini memberikan efek pada keharuman kopi. Penggunaan kayu karet sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun untuk menjaga kekhasan kopi.

Konsumen yang berbelanja kopi ke sana terlihat dari wajah dan penampilannya terlihat masih relatif muda. Mereka dilayani para pelayan yang menggunakan baju cokelat. “Mau yang arabika atau robusta. Arabika seperempat kilo harganya Rp 20.000. Kalau yang robusta Rp 15.000,” katanya.

Dikutip dari Tempo.co, 23 Februari 2013, biji kopi arabika de Toko Aroma berasal dari Aceh, Medan, Toraja, Flores, Bajawa, Pangalengan, dan Ciwidey. Sedangkan biji kopi robusta berasal dari Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Temanggung, dan Wonosobo.

Toko Aroma dibangun oleh Tan Houw Sian sejak 1930. Widyapratama, putra tunggal dari Tan Houw Sian yang meneruskan usaha tersebut.

“Toko ini nyaris tumbang. Saat saya lahir, ayah sudah berusia 53 tahun,” ujarnya seperti dituturkan kepada Tempo. “Antara 1966 hingga 1970 toko ini hidup tidak, mati tidak.”

Kopi Aroma masih mempertahankan kemasan gaya lama. Kopi-kopi dari sana hanya dimasukan ke kantong kertas yang di bagian luarnya dibungkus plastik. Di kantung kertas tersebut tertulis merek yang masih menggunakan Bahasa Belanda, Koffie Fabriek Aroma. *

Kopi Aroma Berdiri Sejak 1930

    • Toko sekaligus pabrik Kopi Aroma lokasinya di Jalan Banceuy Nomor 51
    • Kopi Aroma saat prosesnya menggunakan kayu karet saat pembakaran.
    • Kopi yang dijual di Kopi Aroma hanya dua jenis kopi, yakni robusta dan arabika.
    • Toko Kopi Aroma dibangun oleh Tan Houw Sian kemudian Widyapratama, putra tunggal dari Tan Houw Sian, meneruskan usaha tersebut
    • Pabrik dan Kopi Aroma berdiri sejak 1930
    • Kopi Aroma masih mempertahankan kemasan gaya lama

 

2 tanggapan untuk “Kopi Aroma yang Melegenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.