Kolak, Kini Banyak yang Menjualnya di Luar Bulan Puasa

Kolak adalah menu takjil saat berbuka puasa. Pedagang makanan manis ini menjamur pada Ramadan atau bulan Puasa. Di tepi jalan para pedagang ini menjajakan jualannya. Ada yang menggunakan roda atau hanya meja sekadarnya, dan ada juga yang menjualnya di kedai permanen.

Jenisnya bermacam-macam, seperti pisang, candil, pacar cina (mutiara), bubur sumsum, bubur sagu ambon, bubur jali atau hanjeli, hingga bubur ketan hitam. Harganya pun bercamam-macam tergantung banyak dan jenisnya. Kadang tidak sama antara pedagang satu dan pedagang yang lainnya.

Sekarang penjualnya tak hanya ada pada Ramadan. Pada hari-hari biasa pun mereka tetap menjajakannya. Seperti Ibu Sari di Jalan Karawitan, tak jauh dari Jalan Solontongan, Buahbatu, Kota Bandung.

kolak bu sari
Kolak Bu Sari di Jalan Karawitan, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Tadinya Ibu Sari hanya terlihat berjualan pada Ramadan saja. Kolak yang disediakan di antaranya pisang, candil, bubur sumsum, dan pacar cina. Satu porsi di sini rata-rata Rp 8.000.

Tak jauh dari tenda Ibu Sari ada pedagang lain. Penjual ini menjual jenis yang hampir sama dengan Ibu Sari, tetapi jualannya tidak bertenda.

Kolak Kalipah Apo dan Jalan Macan

Kolak juga dijual Lotek Kalipah Apo di Jalan Kalih Apo, Kota Bandung. Jenisnya beragam seperti pisang, candil, pacar cina (mutiara), bubur sumsum, bubur sagu ambon, bubur jali atau hanjeli, dan bubur ketan hitam.

Tempat penjual penganan ini ada di Jalan Macan, Kota Bandung. Kedai ini memang lebih terkenal menu rujak bebeknya. Namun kolaknya juga jangan dilewatkan. Seperti penjual lainnya, kedai di Jalan Macan ini menjual beragam kolak seperti pacar cina (mutiara), bubur sumsum, bubur sagu ambon, bubur jali atau hanjeli, bubur ketan hitam, pisang, candil dll.

Kalau yang ini telah berjualan penganan tersebut lebih dari 20 tahun. Namanya Rumah Kolak. Alamatnya di Jalan Melong Asih, Cijerah, Bandung Kulon, Kota Bandung. Jenis yang dijual di sini di antaranya sagu ambon, hanjeli (barley), ubi jalar, kolang-kaling, pisang, labu parang, candil, singkong, dan peuyeum Bandung. Gula yang dipilih adalah gula aren yang langsung didatangkan dari Cianjur. *

Sumber tulisan: serbabandung.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.