Cakue Jumbo Toko Osin

SALAH satu makanan dari Tiongkok yang sekarang masih banyak disantap adalah cakue. Dalam laman wikipedia disebutkan cakue (cahkwe) adalah dialek Hokkian yang berarti hantu yang digoreng. Di daerah asalnya di Tiongkok sana cakue menjadi santapan pendamping bubur panas, atau susu kedalai manis atau asin.

Makanan ini memiliki sejarah sangat panjang. Kue ini sudah populer sejak Dinasti Song. Cakue merupakan simbol kebencian rakyat pada Qin Hui. Qin Hui adalah perdana menteri yang yang memfitnah Jenderal Yue Fei yang akhirnya meninggal.

Cakue Tpko Osin Jalan Babatan, belakang Pasar Baru, Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat
Cakue Tpko Osin Jalan Babatan, belakang Pasar Baru, Bandung. | Foto kulinernikmat.com #kulinernikmat

Dalam wikipedia dikisahkan kematian Yue Fei membakar kemarahan rakyat pada Qin Hui. Mereka kemudian membuat membuat 2 batang kecil dari adonan tepung beras yang melambangkan Qin Hui dan istrinya. Adonan itu kemudian dimasak dan dimakan.

Cakue ini terbuat dari bahah campuran tepung terigu, ragi, soda, ammonium bicarbonat dan garam. Setelah dicampur, tunggu adonan itu sampai mengembang. Dibentuk seperti tongkat, biasanya ukurannya 15-20 cm. Adonan yang berbentuk tongkat dilekatkan pada adonan yang lain. Kemudian digoreng.

Jika tak mau membuat sendiri tinggl membelinya. Sekarang banyak yang menjual cakue di mana-mana. Bahkan di halaman sekolah dasar pun ada yang menjajakannya. Biasanya ukurunnya tidak besar, melainkan kecil-kecil. Peganan ini sangat disukai anak-anak yang memakannya dengan mencocolkannya ke sambal tomat, atau cabai. Sambalnya ada yang pedas, ada juga yang tidak.

Selain di halaman sekolah, banyak juga pedagang kaki lima yang menjual kue ini. Kue yang dijual di pedagang kaki lima ukurannya lebih besar dibanding yang dijual di halaman sekolah. Harganya juga tentu saja berbeda, meski tetap relatif terjangkau.

Nah kalau yang ingin super jumbo ada di Toko Osin. Toko ini menjual cakue yang ukurannya berbeda dengan penjual kebanyakan di Kota Bandung. Lokasi Toko Osin berada di Jalan Babatan No 64a. Bagi yang suka berjalan-jalan di Pasar Baru, tinggal jalan ke Jalan Belakang Pasar Baru, kemudian belok kiri ke Jalan Pajagalan. Tak jauh dari pertigaan toko penjual cakue jumbo ini berada.

Dari berbagai tulisan di blog toko ini sudah berdiri sangat lama, yakni pada 1920. Tak hanya cakue yang dijual di sini, tetapi menu khas Tiongkok juga ada seperti bakpia, kompia, kompia isi, bubur ayam, bubur kacang, pangsit kuah, kue tambang, dan kue cinsoko. *

Cara Membuat Cakue Seperti di Toko Osin

  • Cakue ini terbuat dari bahah campuran tepung terigu, ragi, soda, ammonium bicarbonat dan garam
  • Adonan dicampur
  • Tunggu adonan itu sampai mengembang
  • Dibentuk seperti tongkat, biasanya ukurannya 15-20 cm. Kalau mau seperti yang ada di Toko Osin ukurannya perbesar
  • Adonan yang berbentuk tongkat dilekatkan pada adonan yang lain
  • Kemudian digoreng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.